MALANG, RADAR MALANG – Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka. Komedian senior Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal sebagai Temon Templar meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) di usia 59 tahun. Rekan duet Abdel Achrian tersebut mengembuskan napas terakhir di RSUD Mampang, Jakarta Selatan, akibat serangan jantung yang dipicu hipertensi.
Kepergian Temon menjadi kehilangan besar bagi industri hiburan Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai komedian yang menghadirkan tawa lewat gaya humor sederhana, membumi, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bagi generasi 2000-an, nama Temon hampir tak bisa dipisahkan dari sitkom legendaris Abdel & Temon: Bukan Superstar yang pernah menjadi salah satu tontonan favorit keluarga di layar kaca.
Temon lahir pada 28 Desember 1966 dengan nama lengkap Simson Rarameha Ngadang. Jauh sebelum dikenal sebagai komedian televisi, ia mengawali karier sebagai penyiar Radio SK pada awal 1990-an. Di radio tersebut pula ia pertama kali bertemu Abdel Achrian. Pertemanan keduanya kemudian berkembang menjadi duet komedi yang bertahan selama puluhan tahun.
Kesuksesan sitkom Abdel & Temon tak lepas dari chemistry keduanya yang begitu natural. Abdel dikenal sebagai sosok yang lebih tenang dan rasional, sedangkan Temon selalu tampil sebagai karakter polos, ceroboh, tapi mengundang gelak tawa. Dinamika benci tapi cinta yang mereka tampilkan terasa begitu dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga membuat sitkom tersebut tetap dikenang hingga kini.
Tak hanya sukses di sitkom, Temon juga aktif membintangi berbagai sinetron seperti Jawara, Preman Sholeh, hingga Menolak Talak. Pada 2014, ia bahkan sempat merambah dunia musik dengan merilis lagu komedi berjudul Raja Disko.
Di balik kariernya sebagai komedian, Temon memiliki latar belakang akademis yang tak banyak diketahui publik. Ia merupakan lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI). Sebelum sepenuhnya terjun ke dunia hiburan, Temon pernah bekerja sebagai praktisi Human Resource Development (HRD) dan sempat berpraktik di rumah sakit jiwa. Latar belakang tersebut menunjukkan bahwa sosoknya tak hanya dikenal karena kelucuannya, tetapi juga memiliki perjalanan hidup yang penuh warna.
Kabar wafatnya Temon langsung mengundang duka dari banyak kalangan. Sahabat sekaligus rekan duetnya, Abdel Achrian, menjadi salah satu yang paling terpukul atas kepergian sosok yang telah menemaninya berkarya selama bertahun-tahun. Ucapan belasungkawa juga datang dari sejumlah figur publik seperti Bopak Castello, Armand Maulana, hingga grup musik Project Pop yang mengenang Temon sebagai pribadi hangat, rendah hati, dan selalu membawa suasana ceria di mana pun berada.
Meski telah berpulang, karya-karya Temon akan terus hidup dalam ingatan masyarakat. Humor sederhana yang ia hadirkan bersama Abdel telah menjadi bagian dari perjalanan dunia komedi Indonesia dan meninggalkan kenangan yang sulit tergantikan bagi para penikmat hiburan Tanah Air.
Editor : Aditya Novrian