Time Blocking Jadi Andalan Gen Z, Cara Mengatur Waktu agar Tidak Mudah Burnout

Ayshaputri Raihana Azzahra • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00 WIB
BURNOUT: Ilustrasi dari salah satu akibat jika tidak dapat mengatur waktu dengan baik
BURNOUT: Ilustrasi dari salah satu akibat jika tidak dapat mengatur waktu dengan baik

MALANG, RADAR MALANG – Kesibukan kuliah, pekerjaan, hingga aktivitas organisasi membuat banyak anak muda mulai menerapkan metode time blocking. Teknik manajemen waktu ini dilakukan dengan membagi jadwal harian ke dalam blok-blok waktu khusus untuk setiap aktivitas sehingga pekerjaan lebih terstruktur.

Baca Juga: FIB UB Eksplorasi Isu Global Lewat Seni di Mini Art Malang

Berbeda dengan daftar tugas biasa, time blocking membantu seseorang menentukan kapan sebuah pekerjaan harus dikerjakan. Dengan demikian, fokus terhadap satu aktivitas dapat meningkat dan kebiasaan menunda pekerjaan dapat dikurangi.

Metode ini juga dinilai membantu mencegah burnout. Ketika jadwal sudah mencakup waktu bekerja, beristirahat, berolahraga, hingga menikmati hobi, keseimbangan aktivitas menjadi lebih mudah dijaga. Banyak aplikasi kalender digital kini menyediakan fitur yang memudahkan pengguna menerapkan metode tersebut.

Baca Juga: Kenapa Hollywood Terus Bikin Sekuel hingga Reboot?

Dari sisi ekonomi, pengelolaan waktu yang lebih baik juga berdampak pada produktivitas. Pekerjaan dapat diselesaikan lebih efisien sehingga mengurangi risiko lembur atau pengeluaran tambahan akibat manajemen waktu yang kurang optimal.

Meski demikian, time blocking tetap perlu diterapkan secara fleksibel. Jadwal yang terlalu padat justru dapat menimbulkan tekanan baru. Menyisakan waktu kosong untuk menghadapi perubahan agenda menjadi salah satu cara agar metode ini tetap efektif dalam mendukung aktivitas sehari-hari.

Editor : Aditya Novrian
burnout Time blocking Mengatur waktu Gen Z