Rayakan Satu Dekade, Tong Tong Night Market Hadirkan KulineRUN dan Workshop Budaya

A. Nugroho • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:21 WIB
DIGELAR LAGI: Suasana pembukaan Tong Tong Night Market tahun lalu.
DIGELAR LAGI: Suasana pembukaan Tong Tong Night Market tahun lalu.

MALANG, RADAR MALANG – Tong Tong Night Market kembali digelar di Kota Malang. Memasuki penyelenggaraan ke-10, festival budaya dan kuliner yang digagas The Shalimar Boutique Hotel Malang itu akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Taman Tjerme, Jalan Cerme Nomor 16, Malang.

Mengusung tema "Harmoni Rasa, Cipta, dan Karya", festival tahun ini tidak hanya menyajikan ragam kuliner Nusantara, tetapi juga menghadirkan seni budaya, bazar UMKM, aktivitas komunitas, hingga hiburan yang dapat dinikmati seluruh kalangan.

Ketua Tong Tong Night Market 2026 Kartika Chandra Hapsari mengatakan, penyelenggaraan satu dekade menjadi momentum untuk menghadirkan festival yang semakin berdampak bagi masyarakat, sekaligus menjaga budaya tetap relevan di tengah perkembangan zaman.


"Tong Tong Night Market bukan sekadar festival kuliner, tetapi ruang kolaborasi yang mempertemukan budaya, kreativitas, komunitas, pelaku UMKM, hingga masyarakat dalam satu pengalaman yang hangat dan bermakna," ujarnya.

Menurutnya, tema Harmoni Rasa, Cipta, dan Karya dipilih untuk menggambarkan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan Tong Tong Night Market.

"Rasa bukan hanya hadir dalam makanan, tetapi juga dalam setiap interaksi antarmanusia. Cipta lahir dari kreativitas para seniman, komunitas, dan pelaku UMKM, sedangkan karya merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang membangun Tong Tong Night Market hingga dikenal luas," tambahnya.

Tong Tong Night Market terinspirasi dari Tong Tong Fair di Belanda yang telah berlangsung sejak 1959. Di Malang, festival tersebut berkembang menjadi ruang pertemuan budaya, kuliner, komunitas, dan industri kreatif yang rutin digelar setiap tahun.

Pada edisi ke-10 ini, penyelenggara mengangkat filosofi Punakawan sebagai tema utama. Karakter pewayangan tersebut dipilih karena merepresentasikan kesederhanaan, kebijaksanaan, dan nilai kebersamaan. Melalui konsep itu, pengunjung diajak menikmati festival yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi ruang belajar dan berbagi.

Sebagai salah satu agenda yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata, festival ini menghadirkan puluhan tenant kuliner, bazar UMKM, pertunjukan seni, serta berbagai workshop kreatif. Di antaranya melukis Punakawan, menganyam, mewarnai topeng Malangan, melukis menggunakan kopi, membuat macrame dari kain daur ulang, hingga mewarnai batik.

Inovasi baru juga dihadirkan melalui KulineRUN 2026, yakni lari santai sejauh lima kilometer yang memadukan olahraga, wisata kuliner, dan suasana festival. Program tersebut diharapkan mampu menarik komunitas lari, keluarga muda, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang mengusung gaya hidup sehat.

Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, Tong Tong Night Market berhasil menarik lebih dari 20 ribu pengunjung. Festival itu juga melibatkan lebih dari 50 tenant, 25 komunitas dan pengisi acara, serta mencatat lebih dari 50 ribu transaksi menggunakan mata uang khas festival, yakni Gulden.

Tong Tong Night Market 2026 akan dibuka mulai pukul 15.00–22.00 WIB pada 30-31 Juli 2026. Sementara pada 1-2 Agustus 2026, festival berlangsung lebih panjang, yakni pukul 12.00–22.00 WIB. Penyelenggara berharap festival ini kembali menjadi ruang perjumpaan masyarakat untuk menikmati kekayaan kuliner, seni, budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Malang. (*)

Editor : A. Nugroho
Festival Tong Tong malang kuliner Night Market