Wawali Kota Malang: Festival Layangan Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 17:33 WIB
SEMANGAT: Wawali Kota Malang Ali Muthohirin (baju putih, topi hitam) menutup acara MSSF 2026. Foto: Andika Satria Perdana
SEMANGAT: Wawali Kota Malang Ali Muthohirin (baju putih, topi hitam) menutup acara MSSF 2026. Foto: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Malang Solidarity Sky Fest (MSSF) digelar untuk pertama kalinya tahun ini. Festival yang diadakan di Lapangan Layang-Layang Gadang 12B, Kecamatan Sukun diarahkan bukan sekadar ajang hiburan dan kompetisi. Tetapi sebagai ruang untuk mengembangkan kreativitas, komunitas, UMKM, hingga potensi pariwisata Kota Malang.

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengatakan, keberadaan MSSF sejalan dengan program Pemkot Malang dalam mendorong kreativitas masyarakat. Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Harus memberi ruang bagi tumbuhnya berbagai kreativitas yang berkembang di tengah masyarakat.

"Malang Solidarity Sky Fest ini menunjang program kami atau fasa Bakti kami, Malang Tahes dan kreativitas," terangnya.

Ali menilai komunitas layang-layang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Tidak hanya sebagai aktivitas rekreasi dan pelestarian permainan tradisional. Bisa menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif sekaligus daya tarik Kota Malang. 

Karena itu, dia mendorong agar pelaksanaan MSSF pada tahun-tahun mendatang tidak berhenti pada skala yang sama. Pemerintah akan memberikan ruang lebih besar, agar komunitas kreatif semakin berkembang dan keterlibatan generasi muda semakin luas.

“UMKM yang ada dalam acara juga bisa diperbesar, bisa diperbanyak lagi. Generasi muda juga bisa kita tumbuh kembangkan,” katanya. Untuk diketahui MSSF tahun 2026 mempertandingkan dua kelas. Yakni kelas combat dan layangan hias. Diikuti lebih dari 70 peserta. 

Penulis: Andika Satria Perdana

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
sky fest mssf Festival malang