Ghost of Yōtei: Kenali Atsu, Samurai Wanita di Balik Legenda Onryo

Nabillah Puteri Vinandika • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:43 WIB
Poster resmi Ghost of Yōtei, gim garapan Sucker Punch Productions. (Foto: PlayStation)
Poster resmi Ghost of Yōtei, gim garapan Sucker Punch Productions. (Foto: PlayStation)

 MALANG, RADAR MALANG – Setelah kesuksesan besar Ghost of Tsushima, Sucker Punch Productions kembali menghadirkan kisah baru lewat Ghost of Yōtei, kali ini dengan sosok protagonis berbeda, Atsu, seorang perempuan pengembara yang membawa dendam mendalam.

Ghost of Yōtei berlatar di kawasan Ezo, yang kini dikenal sebagai Hokkaido, pada awal periode Edo tahun 1603, sekitar 300 tahun setelah peristiwa dalam Ghost of Tsushima. Menurut ulasan GameSpot, meski berbagi semesta cerita yang sama, Atsu sama sekali berbeda dari Jin Sakai, protagonis gim pendahulunya. Jika Jin adalah seorang samurai, Atsu justru digambarkan sebagai pengembara bersenjata dari keluarga rendahan yang tidak memiliki kedudukan tetap dalam masyarakat Jepang awal abad ke-17.

Baca Juga: 5 Game Open World Terbaik untuk Mengisi Waktu Sebelum GTA 6 Rilis

Kisah Atsu dimulai dari tragedi kelam yang merenggut keluarganya di tangan kelompok penjahat bernama Yōtei Six, dipimpin sosok bernama Lord Saito. Sebagai satu-satunya anggota keluarga yang selamat, Atsu kembali enam belas tahun kemudian dengan satu tujuan, yakni memburu dan menghabisi satu persatu anggota Yōtei Six. Perjalanan balas dendam inilah yang membuat sosoknya dijuluki Onryo, istilah dalam cerita rakyat Jepang untuk roh pendendam yang mampu mencelakai dunia manusia.

Ulasan dari IGN menyoroti kompleksitas emosional perjalanan Atsu, yang dinilai lebih matang secara moral dibanding Jin Sakai pada gim sebelumnya. GameSpot turut menekankan bahwa meski konsep dasarnya tetap mengikuti formula Ghost of Tsushima, transisi dari sosok samurai menjadi pengembara bersenjata ini menghadirkan sejumlah pembaruan segar dalam gaya bercerita. Sementara itu, Game Informer menilai perjalanan balas dendam Atsu tetap terasa segar dan tidak membosankan, berkat fokus tajam pada motivasi karakternya sepanjang permainan.

Co-Creative Director Ghost of Yōtei, Jason Connell, sebelumnya menjelaskan kepada Variety alasan Sucker Punch memilih menghadirkan protagonis wanita untuk gim ini. Menurutnya, dunia keras dan berbahaya dalam Ghost of Yōtei justru menjadi latar yang pas bagi sosok yang awalnya diremehkan, namun ternyata menyimpan kekuatan besar dan perjalanan balas dendam yang mengejutkan banyak orang.

Ghost of Yōtei turut mendapat sambutan sangat positif dari kalangan kritikus internasional, dengan skor Metascore 87 di Metacritic, setara pencapaian gim pendahulunya, Ghost of Tsushima. Publikasi game asal Jepang, Famitsu, bahkan memberi skor 38 dari 40, menjadikannya skor tertinggi yang pernah diraih Sucker Punch Productions di media tersebut.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber
rekomendasi game 2026 Game Open World 2026 Ghost of Yōtei Ghost of Tsushima gta 6