Mengenal Mbabar Mbubur Suro, Tradisi Warga Madyopuro Malang

Nasya Rizkita Salsabila Putri • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 21:15 WIB
Bubur Suro, Sajian Khas Tahun Baru Islam (Sumber: Pinterest, usin tirta)
Bubur Suro, Sajian Khas Tahun Baru Islam (Sumber: Pinterest, usin tirta)

MALANG, RADAR MALANG - Kota Malang tidak hanya memiliki beragam tempat wisata, tetapi juga tradisi masyarakat yang masih dijaga hingga saat ini. Salah satunya adalah Mbabar Mbubur Suro yang dilakukan masyarakat Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Mengenal Tradisi Mbabar Mbubur Suro

Tradisi Mbabar Mbubur Suro digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Pesarean Ki Ageng Gribig dan dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Gribig Religi bersama masyarakat sekitar.

Dalam tradisi Mbabar Mbubur Suro, warga bersama Pokdarwis Kampung Gribig Religi membuat bubur Suro. Bubur tersebut kemudian dibagikan kepada warga, pengunjung, dan peziarah yang datang ke kawasan pesarean. Tradisi ini sudah mulai dilakukan sejak 2020 dan menjadi salah satu kegiatan rutin di Kampung Gribig Religi.

Baca Juga: Menyelami Makna Makanan pada Tradisi Rebo Wekasan di Malang

Makna di Balik Bubur Suro

Bubur Suro yang dibuat dalam tradisi ini tidak hanya menjadi hidangan untuk dibagikan kepada warga dan pengunjung. Bubur berwarna putih tersebut memiliki makna tersendiri dalam menyambut tahun baru.

Warna putih pada bubur Suro dimaknai sebagai simbol kesucian dan keberkahan. Bubur tersebut juga menjadi bagian dari doa masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam.

Baca Juga: Semarak Maulid Nabi, Ini 4 Tradisi Unik dari Berbagai Daerah di Indonesia

Tradisi yang Terus Dipertahankan

Mbabar Mbubur Suro menjadi salah satu kegiatan masyarakat Madyopuro dalam menjaga tradisi yang telah dilakukan sejak 2020. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan Kampung Gribig Religi dan kawasan Pesarean Ki Ageng Gribig sebagai salah satu tujuan wisata religi di Kota Malang.

Selain diikuti masyarakat sekitar, kegiatan tersebut juga menarik perhatian pengunjung dan peziarah yang datang ke kawasan pesarean. Keberadaan tradisi ini membuat kegiatan di Kampung Gribig Religi tidak hanya berkaitan dengan wisata religi, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian budaya masyarakat setempat.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber
MbabarMbuburSuro TradisiMalang KampungGribigReligi malang