Artmeru Hadirkan Pareidolia, Melihat yang Tak Terlihat Lewat Kolaborasi Seni di Malang

Khansa Kamila • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 11:45 WIB
Pameran seni Pareidolia: Fragment of Intution di Artmeru, Malang (11/9) (Foto: Khansa)
Pameran seni Pareidolia: Fragment of Intution di Artmeru, Malang (11/9) (Foto: Khansa K)

MALANG, RADAR MALANG - Adakalanya suatu bentuk yang terbayang di pikiran kita, merekah hingga membentuk suatu perwujudan baru yang sebelumnya tidak ada.

Dari situlah judul pameran seni Pareidolia: Fragment of Intuition diambil. 

Deretan karya 31 seniman Vin Autism Gallery dari rentang usia dini hingga dewasa hadir menghiasi Artmeru. Kurator pameran, Helmi Zuhdi, mengungkapkan bahwa sekumpulan karya tersebut tercipta dari intuisi natural mereka.

“Seniman-seniman yang lahir disini memang membuat sebuah karya berdasarkan dari intuisi-intuisi tersendiri yang mereka punya, cara sendiri untuk membuat sebuah karya seperti itu,” ujar Zuhdi.

Bukan sekadar galeri, Vin Autism Gallery merupakan sebuah naungan bagi para seniman dengan latar belakang neurodivergent (autism) yang terus mendorong mereka menjalankan hobi kesenian. Praktik kegiatan pendidikan seni, seperti pengajaran luar sekolah kerap diadakan bersama profesional. 

Berdirinya galeri tersebut juga mempresentasikan seni sebagai penemuan ruang tumbuh seorang anak. Vincent Prijadi Purwono misalnya, yang telah sukses menjual 70 karyanya sejak 2018.

“Biasanya autism kan tidak bisa berkonsentrasi, kalau di sekolah itu gampang nangis, tantrum. Kalau melukis dia bisa tahan lama, berkembang, lebih konsentrasi belajar dan menghasilkan karya yang bagus,” ujar Rudy Purwono, ayah Vincent sekaligus owner Vin Autism Gallery.

“Satu bulan satu karya, tapi dengan kompleksitas yang rumit sekali, karya lukisan yang sampai layak jual pameran. Dari Januari 2018 sampai sekarang sudah 70 terjual,” imbuh Rudy.

Pengunjung menikmati karya
Pengunjung menikmati karya 'Journey of My Life' oleh Vincent Prijadi Purwono (Foto: Khansa K)

Salah satu karyanya yang bertajuk ‘Journey of My Life’, mempresentasikan karya seni audio-visual yang memadukan televisi LED, canvas, lemari, dengan pendekatan interaktif yang juga dilengkapi beberapa diecast atau mainan. Karya ini mencerminkan memori dan hobi Vincent yang dilebur menjadi satu kesatuan, bentuk dari hasil fantasi dunia miliknya. 

 

Karya ‘Jejak Warna’ pun menuai banyak perhatian. Kumpulan pensil warna usang seukuran ruas jari tertata artistik diatas kanvas. Dari konsep sederhana, Torando, Koordinator sekaligus Terapis Vin Autism Gallery ngin menunjukkan bahwa sebuah karya bermakna tidak perlu lahir dari sesuatu yang rumit.

Karya
Karya 'Jejak Warna' oleh Torando (kiri) (Foto: Kansa K)

“Pensil itu adalah kumpulan pensilnya Vincent yang saya kumpulkan dari 8 tahun mendampinginya menggambar, dari pensil ini Vincent pernah membuat karya yang luar biasa sampai sekarang menjadi pelukis,” ujar Terapis yang akrab disapa Terry. 

“Dengan melihat karya ini, harapannya orang bisa menggali potensi dirinya juga, biar bermanfaat bagi banyak orang,” imbuhnya. 

Karya-karya lukis oleh seniman Vin Autism Gallery pada pameran Pareidolia (Foto: Khansa K)
Karya-karya lukis oleh seniman Vin Autism Gallery pada pameran Pareidolia (Foto: Khansa K)

Pameran kolaborasi ini menetap di Artmeru selama lima pekan.

dalam rentang waktu tersebut, tim pelaksana akan mengadakan berbagai program publik menarik, dan akan diinformasikan melalui platform instagram: @_artmeru dan @vinautismartgallery.  

“Ada artist talk, seniman-seniman nanti membicarakan karyanya, atau dari Vin Autism sendiri membicarakan Vin Autism itu apa sih. Talkshow juga, mungkin mengundang beberapa pakar psikologi dan pakar seni yang membicarakan tentang hubungan seni dan autism itu sebetulnya seperti apa,” ujar Zuhdi

Pareidolia: Fragment of Intuition memiliki sasaran. Sebagai bahasa universal, tim Artmeru dan Vin Autism ingin mewujudkan inklusivitas seni di Indonesia, terutama Jawa Timur, untuk meningkatkan potensi seni lokal. 

“Siapapun bisa menikmati karya seni dan siapapun bisa membuat karya seni,” ujar Zuhdi

Pameran untuk publik dibuka dari 12 September sampai 11 Oktober 2026, Jl. Semeru No. 12, Kota Malang dengan jam kunjung 09:00 – 22:00 WIB setiap hari. 



Editor : Aditya Novrian
Artmeru Vin Autism Gallery kolaborasi pameran malang pameran seni