KOSTUM karnaval tidak selalu lahir dari rumah penyewaan. Di Kelurahan Dinoyo, sejumlah warga memilih membuat sendiri busana yang dikenakan. Prosesnya bahkan membutuhkan waktu berbulan-bulan demi mengejar detail karakter yang ingin ditampilkan.
Hal itu terlihat dalam Dinoyo Village Cultural Carnival 2026, Minggu (30/8). Ratusan warga mengikuti karnaval yang mengambil titik start di Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut.
Beragam kostum kerajaan dan tokoh pewayangan Jawa memenuhi barisan peserta. Salah satunya Agus, warga RT 7 RW 5 Dinoyo. Dia tampil dengan kostum bertema Anoman dan Panglima Andi, tokoh pengawal Srikandi dalam kisah pewayangan Jawa.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Minta Pengawasan Sound untuk Karnaval Ditingkatkan
Berbeda dari peserta lain yang menyewa kostum, busana Agus merupakan hasil karya warga kampung sendiri. Proses pembuatannya tidak sebentar. Dibutuhkan waktu sekitar lima bulan sejak pemilihan bahan hingga penyelesaian detail aksesori.
Bagian yang paling dibanggakan Agus Butuh Lima Bulan untuk Rakit Kostum adalah detail kerah merah pada kostum. Elemen tersebut menjadi salah satu ciri khas karakter pengawal Srikandi yang dibawakannya.
“Kita membanggakan istilahnya budaya Jawa yang ada,” katanya.
Kostum tersebut akhirnya bukan sekadar pelengkap penampilan. Waktu pengerjaan yang panjang membuat busana menjadi bagian dari upaya warga menerjemahkan karakter pewayangan ke dalam bentuk yang bisa tampil di jalanan.
Peserta lain, Azaria Fahmi Ramadan, memilih mengenakan kostum Ramayana khas Jawa Timur. Warga RW 3 Dinoyo itu menyewa busananya dari Sardulo Jaya, Kecamatan Sukun.
Baca Juga: Jersey Kids Arema FC Ludes Terjual, Stok 300 Kostum Habis dalam Hitungan Hari
“Bagian favorit saya mahkotanya, karena melambangkan identitas budaya Jawa Timur,” katanya.
Bagi Fahmi, karnaval tahun ini menjadi keikutsertaan keduanya. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai hiburan tahunan, tetapi turut menjaga keberadaan budaya daerah.
“Semoga kita tetap melestarikan budaya-budaya kita yang ada di Jawa Timur ini,” ujarnya. Ragam kostum yang ditampilkan dalam karnaval Dinoyo menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa hadir melalui cara yang sederhana. Ada yang memilih menyewa, ada pula yang menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk membuatnya sendiri.
Editor : Aditya Novrian