Keseruan Sepak Bola Masih Bisa Dinikmati Meski Sendirian

Nara Amelia • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 15:27 WIB
Ilustrasi perempuan yang tetap senang meski menonton bola sendirian. Sumber: Pinterest.
Ilustrasi perempuan yang tetap senang meski menonton bola sendirian. Sumber: Pinterest.

MALANG - Praisa Tsaqila Azzahra mengenal sepak bola dari rumah. Ayahnya yang pertama mengajaknya menonton sekaligus bermain. Dari sana, ia perlahan memahami permainan, strategi, dan nama-nama pemain. Namun, ketika kegemaran itu dibawa ke lingkungan yang lebih luas, ceritanya berubah.

Di pesantren, Praisa nyaris tak menemukan teman perempuan yang memiliki ketertarikan sama. Ketika anak laki-laki bermain sepak bola di sekitar asrama, ia hanya bisa memperhatikan dari kejauhan. Bukan karena tidak ingin bermain. Justru sebaliknya.

Baca Juga: Lapangan Sepak Bola di Sawojajar Malang, Pilihan Warga untuk Olahraga dan Komunitas

”Kadang aku sering ngeliatin cowok cowok main bola di situ karena aku iri sama mereka yang bisa dapat temen buat main bola bareng,” ujar perempuan yang kini mengidolakan FC Barcelona itu.

Foto Praisa saat mengenakan jersey tim sepak bola favoritnya Barcelona FC.
Foto Praisa saat mengenakan jersey tim sepak bola favoritnya Barcelona FC.

Kesempatan untuk membuktikan bahwa ia memahami sepak bola sebenarnya pernah datang. Ketika ada lomba futsal dalam class meeting, Praisa ikut mengusulkan dan membantu teman-teman nya menyusun strategi. Tim itu bahkan berhasil menang.

Namun, pengetahuan perempuan tentang sepak bola tetap kerap dipertanyakan. Praisa tidak berhenti mengikuti olahraga yang disukainya. Cristiano Ronaldo menjadi pemain yang paling ia kagumi.

Bukan semata karena kemampuan bermain, tetapi perjalanan kariernya. Dokumenter pemain berjuluk CR7 itu di Netflix pun ditontonnya sampai selesai. 

Ia bahkan mengakui Lionel Messi memiliki kemampuan teknis yang lebih unggul. Tetapi bagi Praisa, pilihan sebagai penggemar bukan semata soal siapa yang paling hebat.

Persoalan yang lebih sulit justru muncul ketika ia ingin berbagi kesenangan itu dengan orang lain. Menonton pertandingan sendirian terasa berbeda dengan memiliki teman untuk berteriak, berdiskusi, atau sekadar membi carakan jalannya pertandingan.

Baca Juga: Komunitas Penggemar F1 Tak Hanya Didominasi Laki-Laki, Kini Mahasiswi Juga Banyak Gabung

Praisa pernah takut menunjukkan kegemarannya kepada teman-teman perempuan. Ia khawatir dicap “pick me”, sebutan bagi perempuan yang dianggap sengaja mencari perhatian dengan menunjukkan ketertarikan pada hal-hal yang identik dengan laki-laki.

”Aku nggak pernah ketemu sesama cewek penyuka bola. Makanya aku dulu sempat ngerasa sedih banget. Aku nggak mau bahas, bahkan nggak mau nunjukin aku suka bola ke cewek cewek karena aku takut dianggap pick me,” katanya.

Kini, setidaknya ada satu teman perempuan yang ikut menyukai sepak bola setelah sering di kenalkan Praisa. 

 

Disunting kembali oleh: Hawwa Aulia Nur

Editor : Aditya Novrian
Barcelona FC pertandingan sepak bola Soccer futsal sepak bola