MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sudah keliling mal, masuk beberapa toko, melihat-lihat barang, bahkan sempat mengecek harga, tetapi akhirnya pulang dengan tangan kosong. Kebiasaan seperti ini sebenarnya sudah cukup umum dalam aktivitas berbelanja masyarakat.
Fenomena tersebut dikenal sebagai window shopping, ketika seseorang datang ke pusat perbelanjaan untuk melihat atau mencari informasi tentang produk tanpa langsung melakukan pembelian. Istilah “Rojali” atau rombongan jarang beli pun digunakan untuk menggambarkan kebiasaan tersebut.
Baca Juga: Belanja Online atau Supermarket? Kebiasaan Membandingkan Harga Kini Jadi Strategi Hemat
Salah satu alasannya, kunjungan ke mal tidak selalu berkaitan dengan keinginan untuk membeli barang. Ada yang datang untuk berjalan-jalan, menikmati suasana, bertemu teman atau keluarga, maupun sekadar mencari hiburan.
Kegiatan melihat-lihat barang juga dapat menjadi bagian dari proses sebelum membeli. Pengunjung bisa melihat produk secara langsung, mengecek kualitas, hingga membandingkan harga sebelum menentukan pilihan.
Keputusan untuk tidak langsung membeli juga bisa terjadi karena seseorang masih ingin mempertimbangkan barang yang dilihat. Produk yang menarik perhatian belum tentu langsung dibeli, terutama ketika pengunjung masih mempertimbangkan kebutuhan dan anggaran yang dimiliki.
Baca Juga: Mahasiswa Baru Wajib Tahu! Tips Hemat Belanja Harian di Pasar Dekat Kampus Malang
Di sisi lain, kebiasaan belanja secara online turut memberikan pilihan lain bagi konsumen. Setelah melihat produk secara langsung di toko, konsumen bisa membandingkan pilihan dan harga melalui platform digital sebelum menentukan pembelian.
Karena itu, melihat-lihat di mal tidak selalu berarti seseorang sama sekali tidak berniat membeli. Bagi sebagian pengunjung, kegiatan tersebut bisa menjadi bagian dari mencari informasi, mempertimbangkan pilihan, atau sekadar menghabiskan waktu.
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber