Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gen Z Punya Cara Sendiri Menjalani Hidup, Bukan Malas tapi Lebih Realistis?

P
ILUSTRASI Cara pandang Gen Z terhadap hidup mulai berubah (sumber foto: magnific)
ILUSTRASI Cara pandang Gen Z terhadap hidup mulai berubah (sumber foto: magnific)

Advertisement

MALANG, RADAR MALANG – Jika dulu kesuksesan identik dengan memiliki pekerjaan tetap, rumah, kendaraan, lalu menikah di usia tertentu, Gen Z mulai memandang hidup dengan definisi yang berbeda. Bagi mereka, sukses tidak lagi sekadar soal jabatan atau gaji besar, melainkan bagaimana bisa menjalani hidup dengan lebih tenang, sehat secara mental, dan tetap memiliki waktu untuk diri sendiri.

Lahir di tengah perkembangan internet, media sosial, pandemi, hingga ketidakpastian ekonomi membuat Gen Z tumbuh menjadi generasi yang lebih realistis. Mereka sadar bahwa setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda sehingga tidak lagi terpaku pada satu standar keberhasilan.

Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya anak muda yang memilih menjadi freelancer, membangun bisnis digital, atau menjadi content creator. Bukan karena enggan bekerja keras, tetapi karena mereka ingin memiliki fleksibilitas dan ruang untuk berkembang sesuai minatnya.

Di sisi lain, kesehatan mental menjadi isu yang sangat diperhatikan. Istilah seperti burnout, self-care, healing, hingga boundaries kini bukan lagi sekadar tren media sosial, melainkan bentuk kesadaran bahwa produktif tidak boleh mengorbankan kondisi psikologis.

Meski sering dicap santai, banyak Gen Z justru menyimpan kecemasan besar terhadap masa depan. Harga rumah yang terus meningkat, persaingan kerja yang semakin ketat, hingga tuntutan untuk selalu berkembang memunculkan fenomena quarter-life crisis yang banyak dialami anak muda.

Advertisement

Oleh karena itulah, Gen Z cenderung lebih berani meninggalkan lingkungan kerja yang dianggap tidak sehat, memilih pekerjaan yang membuat mereka bahagia, atau mengejar pengalaman hidup dibanding sekadar status sosial.

Cara pandang hidup Gen Z bukan berarti mereka anti kerja keras. Mereka hanya ingin membuktikan bahwa hidup bukan soal memenuhi ekspektasi orang lain, melainkan menemukan versi terbaik yang paling sesuai dengan diri sendiri.

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Artikel Terkait

5 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Bantu Menjaga Mood Tetap Baik

5 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Bantu Menjaga Mood Tetap Baik

Menjaga suasana hati tak selalu butuh cara rumit. Beberapa kebiasaan sederhana seperti rutin bergerak, cukup tidur, bersyukur, menjaga hubungan dengan orang terdekat, dan melakukan hobi bisa membantu menjaga mood.

Burnout Makin Sering Dialami Anak Muda, Ini Cara Mengatasinya Sebelum Berdampak pada Produktivitas

Burnout Makin Sering Dialami Anak Muda, Ini Cara Mengatasinya Sebelum Berdampak pada Produktivitas

Tuntutan pekerjaan, tugas kuliah, hingga aktivitas yang terus berlangsung tanpa jeda membuat burnout semakin sering dialami, terutama oleh kalangan muda.

Fakultas Vokasi UB Latih Mahasiswa Jadi Penggerak Mitigasi Mental  Health

Fakultas Vokasi UB Latih Mahasiswa Jadi Penggerak Mitigasi Mental Health

Masalah kesehatan mental menjadi perhatian khusus di dunia pendidikan. Itu menggerakkan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) menggelar pelatihan dosen penasihat akademik dan peer counselor kemarin (4/6). Puluhan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer