MALANG - Sudah menjadi rahasia umum kalau satu kata dalam Bahasa Indonesia bisa punya banyak varian di Bahasa Jawa. Contohnya kata ’batuk’. Ada istilah watuk, watuk ngiklik, dan mengguk.
Tiap kata memiliki makna yang berbeda-beda. Dalam Kamus Bahasa Jawa Indonesia (KBJI), mengguk hanya diartikan sebagai batuk. Tidak
ada spesifikasi lanjutan batuk yang seperti apa.
Baca Juga: Lingua Franca: Tokor
Namun bagi warga Malang Raya, kata mengguk punya makna tersendiri. ”Bisa digunakan untuk menunjukkan gangguan pernapasan disertai dengan batuk,” terang Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati.
Ada yang menggunakan istilah itu untuk menunjukkan gejala batuk berdahak. ”Bisa juga batuk yang disebabkan penyakit sesak napas atau asma,” imbuh Restu.
Baca Juga: Lingua Franca: Kopitan
Berdasar pendalaman Jawa Pos Radar Malang, istilah itu masuk dalam teori onomatope atau kata yang berasal dari tiruan bunyi.
Batuknya orang berdahak umumnya menimbulkan suara gukguk atau ngguk. Dari sana lah warga Jawa menggunakan istilah mengguk untuk mendeskripsikan gejala batuk kronis atau gangguan pernapasan.
Editor : Aditya N. Rian