Waspada! Ini Penyebab dan Gejala Emotional Exhaustion yang Perlu Dikenali

Siti Aisyah • Dipublikasikan Sabtu, 7 November 2026 | 00:00 WIB
Menghadapi berbagai tekanan di kehidupan sehari-hari dapat memicu kelelahan emosional. (Foto: Pexels)
Menghadapi berbagai tekanan di kehidupan sehari-hari dapat memicu kelelahan emosional. (Foto: Pexels)

Malang, Radar Malang — Berbagai tekanan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari persoalan pekerjaan, hubungan asmara, hingga masalah finansial, dapat menguras energi seseorang. Jika berlangsung terus-menerus tanpa penanganan yang tepat, tekanan tersebut dapat memicu kelelahan emosional atau emotional exhaustion.

Kelelahan emosional merupakan kondisi ketika seseorang merasa terkuras secara mental dan emosional akibat tekanan yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi ini dapat membuat seseorang kesulitan menghadapi aktivitas sehari-hari, bahkan ketika tidak melakukan pekerjaan fisik yang berat.

Baca Juga: “Bed Rotting” Jadi Tren Istirahat Gen Z, Benarkah Rebahan Seharian Bisa Jadi Bentuk Self-Care?

Gejala kelelahan emosional dapat muncul dalam bentuk fisik maupun psikologis. Seseorang mungkin merasa terus-menerus lelah, mengalami sakit kepala, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, serta mengalami perubahan pola tidur dan nafsu makan. Ada pula yang merasa kehilangan motivasi, kewalahan menghadapi tanggung jawab, hingga menarik diri dari lingkungan sosial.

Penyebab kelelahan emosional cukup beragam. Salah satunya adalah tekanan di tempat kerja, seperti beban pekerjaan berlebihan, jam kerja panjang, tuntutan yang tinggi, serta lingkungan kerja yang kurang mendukung.

Selain pekerjaan, persoalan dalam hubungan pribadi juga dapat menjadi pemicu. Konflik dengan pasangan, perpisahan, kehilangan orang terkasih, maupun kurangnya dukungan dari orang terdekat dapat menguras kondisi emosional seseorang.

Baca Juga: Sibuk Bukan Berarti Produktif, Kenali Fenomena Toxic Productivity

Masalah finansial, seperti kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlilit utang, atau menghadapi ketidakpastian ekonomi, juga berpotensi menimbulkan tekanan berkepanjangan.

Mengutip National Health Service (NHS), stres dapat memengaruhi kondisi fisik, mental, dan perilaku seseorang. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa burnout berkaitan secara khusus dengan stres kronis di lingkungan pekerjaan yang tidak berhasil dikelola.

Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda kelelahan emosional sejak dini. Memberikan waktu untuk beristirahat, menjaga pola tidur, berbagi cerita dengan orang tepercaya, dan mencari bantuan profesional apabila keluhan terus berlanjut dapat menjadi langkah untuk menjaga kesehatan mental.

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
kelelahan emosional gejala penyebab