Dilansir dari Shafaqna, Ahad (24/1), masjid ini berada di pinggiran kota Tiberias, wilayah kependudukan Palestina, yang menghadap ke pantai barat Laut Galilea. Tim arkeolog berpendapat masjid ini didirikan oleh Shurahbil ibn Hasana, komandan muslim yang menaklukkan daerah tersebut.
Penemuan masjid paling kuno ini diumumkan pekan lalu dalam konferensi akademik setelah 11 tahun penggalian oleh tim yang dipimpin Katia Cytryn-Silverman dari Universitas Ibrani Yerussalem.
"Kami tidak dapat memastikan bahwa ini didirikan Shurahbil. Namun kami memiliki sumber sejarah yang menunjukkan jika ia memang mendirikan masjid di Tiberias ketika ia menaklukkannya pada tahun 635," jelas Dr. Cytryn-Silverman kemudian.
Situs sejarah tersebut sebelumnya pernah digali pada tahun 1950-an. Ketika ditemukan struktur tiang dan diidentifikasi sebagai pasar dari akhir periode Bizantium. Penggalian tersebut menemukan pecahan tembikar dan koin dari periode awal Islam. Bersamaan dengan struktur bertingkat dari fondasi bangunan, para arkeolog kemudian menemukan situs sejarah yang berasal dari Islam.
Dikutip dari ArabNews, Ahad (24/1), sejarawan sebenarnya telah mengetahui lokasi masjid yang lebih tua lagi. Tetapi situs tersebut tersembunyi sehingga sulit diakses oleh para arkeolog. Sisa-sisa masjid ini ditemukan di sebelah timur Baghdad, di kota Wasit, yang berasal dari tahun 703 SM. Namun belum ada penemuan baru lebih lanjut untuk mengidentifikasi situs sejarah ini.
Penulis: Aulia Hamazunnisa
Editor : Ahmad Yani