Direktur Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi UMM Dr Tulus Winarsunu MSi menyampaikan, khusus untuk program lulusan SMK tidak dikenakan biaya di awal. Namun, peserta akan dikenakan potongan gaji setelah bekerja di Jepang. Perlu diketahui, khusus untuk lulusan SMK ini bakal mengikuti pendidikan selama setahun di UMM. Materinya seputar bahasa, bidang keahlian dan budaya di Jepang. ”Kalau ditotal sekitar Rp 35 juta biayanya. Tapi nggak sampai (potongan gaji) setahun sudah lunas. Karena gaji di sana tinggi,” terang Tulus di kantornya, Rabu (27/1).
Selain lulusan SMK, masih kata dia, pihaknya juga membuka peluang bagi mahasiswa program diploma. Bidang ini khusus diploma bidang keperawatan. Karena lulusan UMM sudah banyak yang bekerja di Jepang.
Perlu diketahui, untuk tahap pertama profesi perawat bakal bekerja di rumah lansia selama tiga tahun. Hal ini untuk memperdalam bahasa dan budaya Jepang. ”Tapi setelah tiga tahun, nanti bisa ikut tes untuk bekerja di rumah sakit Jepang. Tiga tahun awal ini untuk memperlancar bahasa dan pengenalan budaya,” terang pria asal Banyuwangi ini.
Mereka yang tertarik dengan program ini harus mengikuti beberapa tahapan tes yang dilakukan oleh ahli dari Jepang. Rencananya pendaftaran perdana khusus jalur lulusan SMK bakal dilaksanakan setelah kegiatan seminar karir yang bakal dilaksanakan secara daring 06 Februari mendatang. Seminar tersebut menggunakan aplikasi zoom dan youtube vokasi UMM. “Tahap pertama kuota yang kami buka sekitar 100 orang. Setelah pandemi, mereka akan tinggal di asrama kampus,” jelas dia.
Sementara itu, untuk narasumber dalam seminar bakal menghadirkan Presiden Direktur PT OS Selnajaya Indonesia Satoshi Miyajima, Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi, Rektor UMM Dr Fauzan MPd dan Dirjen Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinto PhD. Ada juga alumnus UMM yang bekerja di Sangenjaya Hospital-Setagaya-Tokyo Sobbarudin Subekti Amd dan Kadisdik Pemprov Jatim Wahid Wahyudi.
Pewarta: Imam N Editor : Ahmad Yani