Secara umum Pemkab Malang tengah bergerak cepat untuk memvalidasi data jumlah rumah dan fasum yang terdampak gempa bumi Sabtu lalu. ”Supaya kami bisa segera mengajukan data penerima bantuan stimulan pembangunan rumah ke pemerintah pusat,” kata Sanusi. Dia juga memberikan waktu 2 hari kepada seluruh jajarannya untuk melakukan rekapitulasi terhitung mulai kemarin (12/4).
Di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM merinci dana awal BTT (bantuan tak terduga) berada di kisaran Rp 13 miliar. Namun, sampai saat ini sudah terpakai Rp 6,5 miliar. Sehingga saat ini tersisa anggaran Rp 6,5 miliar. ”Namun, nanti kalau memang kurang, akan kami anggarkan lagi, ambil dari dana yang lain,” kata dia.
Untuk penentuan prioritas pembenahan, pihaknya sudah menginstruksikan agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melakukan pemetaan. ”Mana saja nanti (yang dibenahi), BPBD yang menentukan. Skala prioritas itu sedang kami susun,” kata mantan kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Perumahan Rakyat (DPKPCK) Kabupaten Malang. ”Sehingga nanti diketahui apa yang mendesak dan ketika ada yang belum dapat bantuan dari pusat, maka itu yang akan kami lakukan perbaikan terlebih dahulu,” tambah Wahyu.
Sebelumnya, pada Minggu lalu (11/4) pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah memastikan bakal memberi bantuan untuk semua warga Kabupaten Malang yang rumahnya terdampak gempa. Rumah yang dikategorikan rusak parah bisa dapat bantuan Rp 50 juta. Sementara yang rusak sedang mendapat Rp 25 juta, sedangkan rumah yang rusak ringan akan mendapat dana Rp 10 juta. Saat itu memang belum ada kepastian apakah perbaikan fasum juga akan ditanggung pemerintah pusat atau pemerintah daerah. (rmc/fik/c1/by) Editor : Ahmad Yani