Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dewan Warning Proyek Jembatan Tlogomas

Mardi Sampurno • Kamis, 30 Desember 2021 | 14:00 WIB
DIPERPANJANG 50 HARI: Pembangunan Jembatan Tlogomas terus dikebut kontraktor. Pemkot Malang menarget pembangunannya tuntas Februari 2022 mendatang. (darmono/radar malang)
DIPERPANJANG 50 HARI: Pembangunan Jembatan Tlogomas terus dikebut kontraktor. Pemkot Malang menarget pembangunannya tuntas Februari 2022 mendatang. (darmono/radar malang)
MALANG KOTA – Awal tahun 2022 mendatang bakal menjadi momen yang sibuk bagi Pemkot Malang. Pembangunan dua megaproyek prestisius, yakni Jembatan Tlogomas dan gedung Malang Creative Center (MCC), bakal dilanjutkan. Nasib dua proyek itu dipastikan berbeda.

Jembatan Tlogomas mendapat perpanjangan waktu pembangunan. Sementara MCC yang dibangun multiyears, bisa dikatakan tepat waktu untuk pembangunan tahap pertama. Sorotan khusus ada pada Jembatan Tlogomas-Saxophone. Sebab per kemarin (29/12), progres pembangunan bisa dikatakan sudah 90 persen.

Namun penyelesaian akhirnya masih membutuhkan waktu tambahan. Sebab saat ini masih terpasang tiang pondasi saja. Pemkot menargetkan pihak kontraktor bisa menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 50 hari. ”Artinya paling lambat ya pertengahan Februari. Kami juga kasih penalti (denda) ke kontraktor Rp 43 juta per hari,” kata Wali Kota Malang Sutiaji, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) kedua proyek tersebut siang kemarin (29/12).

Photo
Photo
PELOTOTI SPESIFIKASI: Wali Kota Malang
Sutiaji mengukur diameter rangka besi yang
digunakan untuk pembangunan gedung
Malang Creative Center (MCC),
kemarin (29/12). (darmono/radar malang)

Pemilik kursi N1 itu juga telah menghitung sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) proyek jembatan sepanjang yang memakan anggaran Rp 39 miliar itu. Hasilnya, ada sisa Rp 6 miliar. Meski demikian, pihaknya optimistis kontraktor mampu menyelesaikan targetnya. Begitu juga dengan MCC. Progres pembangunan MCC per kemarin sudah mencapai 55 persen. Padahal target awal hingga akhir tahun hanya 53 persen.

Progres MCC yang sudah cukup baik itu diharapkan Sutiaji dapat dirampungkan hingga 22 Juli 2022 mendatang. Anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk pembangunan di tahun 2021 juga telah terserap seluruhnya. Pembangunan struktur gedung juga telah terlihat hingga ke lantai 8. ”Nanti yang 2022 kami anggarkan lagi Rp 73 miliar, supaya bisa terselesaikan,” jelasnya.

Sebelum rombongan pemkot melakukan sidak kemarin, beberapa anggota Komisi C DPRD Kota Malang juga sudah meninjau dua proyek itu. Mereka juga menemukan beberapa kendala teknis. Untuk MCC, kendala yang sempat dialami adalah suplai pasir untuk ngecor sempat terlambat satu hari karena erupsi Gunung Semeru. Namun sorotan utama ada di Jembatan Tlogomas-Saxophone. Komisi C DPRD Kota Malang meminta pemkot bisa serius menyelesaikan target pembangunan. ”Kalau misal perpanjangan 50 hari ya harus bisa dilaksanakan supaya tidak terjadi masalah ke depannya,” tegas anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman.

Pihaknya masih menoleransi molornya pembangunan jembatan karena imbas banjir bandang pada bulan November lalu. Meski ada toleransi, tetap saja penyelesaian fisik bangunan harus terjamin. Sebab tiang pondasi jembatan persis berada di bibir sungai. Begitu juga dengan solusi arus lalu lintas, yang harus terpikirkan sejak sekarang. (adn/by) Editor : Mardi Sampurno
#Proyek Jembatan Tlogomas #Warning #MCC #dewan