Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tingkatkan Literasi Warga Kabupaten Malang, Tambah 153 Perpustakaan Desa

Ahmad Yani • Jumat, 10 Februari 2023 | 23:00 WIB
JADI RUJUKAN: Koleksi buku di Perpustakaan Desa Gampingan Gemar Membaca, Kecamatan Pagak. (INDAH MEI YUNITA/RADAR MALANG)
JADI RUJUKAN: Koleksi buku di Perpustakaan Desa Gampingan Gemar Membaca, Kecamatan Pagak. (INDAH MEI YUNITA/RADAR MALANG)
PAGAK – Tingkat literasi masyarakat, khususnya di desa masih harus ditingkatkan lagi. Di Kabupaten Malang, mayoritas desa sudah memiliki perpustakaan. Namun masih banyak juga yang perlu didampingi untuk mewujudkan perpustakaan desa.

Hal ini menjadi PR bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Malang. dari 378 desa di Kabupaten Malang, belum semua punya perpustakaan. Sejak dirintis tahun 2018, hingga kini jumlah perpustakaan desa masih 225 unit. "Salah satu perpustakaan terbaik ada di Desa Gampingan. Namanya Perpustakaan Desa Gampingan Gemar Membaca (GGM), Kecamatan Pagak," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Perpustakaan Disperpusip Kabupaten Malang Slamet Suyono.

Menurut Suyono, fasilitas pembinaan yang dilakukan berupa pengelolaan dan penataan perpustakaan. Sedangkan, untuk pengadaan buku dari perpustakaan nasional (perpusnas) maupun pengajuan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Untuk itu, tahun ini, pihaknya mengusahakan bisa membina 153 desa agar memiliki perpustakaan. Di antaranya Desa Ngadas, Desa Sumbertangkil, Desa Taman Satrian, Desa Sumberoto, Desa Sidodadi, dan lain-lain. "Untuk memenuhi target tersebut memang butuh waktu. Tapi, kami usahakan bisa tahun ini," ujar pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.

Sementara itu, Ketua Perpustakaan Desa GGM Atul Choiriyah menyatakan, dibentuknya perpustakaan desa memang untuk meningkatkan literasi masyarakat. Terutama pada anak-anak. Namun, perlu dikolaborasikan dengan pembelajaran baru yang belum pernah diterima di sekolah. "Sebelumnya kami punya tenaga pelayanan yang memiliki basic pendidikan. Sayangnya, sekarang sudah tidak bisa terlalu aktif," ujar perempuan yang akrab disapa Atul itu.

Jumlah pengunjung perpustakaan itu juga cenderung menurun pasca pandemi Covid-19. Jika sebelum pandemi bisa mencapai 20-25 pengunjung per harinya, sekarang hanya sekitar 15 pengunjung per hari. "Itu juga karena gedung kami jadi satu dengan fasilitas ekonomi (BRI Link). Jadi, pengunjung yang akan melakukan transaksi bisa mampir ke perpustakaan juga," kata dia. Sedangkan, koleksi di perpustakaan itu kini sudah mencapai sekitar 12 ribu buku umum. (yun/nay)
Editor : Ahmad Yani
#Perpustakaan desa #minat baca #Kabupaten Malang #Literasi