Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Trans Jatim Mengaspal di Malang, Ini Kata Organda soal Nasib Angkot

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 15 Februari 2023 | 02:00 WIB
PERHENTIAN : Terminal Hamid Rusdi Malang bakal menjadi titik perhentian trans Jatim di rute Malang Raya. (Darmono/Radar Malang)
PERHENTIAN : Terminal Hamid Rusdi Malang bakal menjadi titik perhentian trans Jatim di rute Malang Raya. (Darmono/Radar Malang)
 

MALANG KOTA – Bakal ada moda transportasi baru yang mengaspal di Malang Raya, yakni Trans Jatim. Jalur yang dilintasi yaitu Kota Batu-Kota Malang-Kabupaten Malang.

Itu diketahui setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berkoordinasi dengan dinas perhubungan (dishub) di Malang Raya.

Sebagai informasi, Trans Jatim merupakan bus milik pemprov yang beroperasi antarkota atau kabupaten dalam satu lingkup wilayah aglomerasi.

Pertama kali, Pemprov membuka angkutan tersebut pada Agustus 2022 lalu. Saat ini baru melayani satu koridor, yakni Sidoarjo-Surabaya-Gresik.

Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Minto Rahardjo mengamini. Dia sudah diundang provinsi untuk terima paparan terkait Trans Jatim.

Namun untuk kepastian kapan operasionalnya, dia belum mengetahui.
Baca Juga : Dishub Siapkan Dua Bus Macito Mengaspal di Kedungkandang.

"Masih kajian. Nanti tergantung gubernur, akan memilih antara Malang Raya atau Pasuruan. Semua keputusan di sana (Pemprov Jatim)," terang Minto kepada Jawa Pos Radar Malang, 13 Februari 2023.

Dari paparan sementara, Minto mengatakan, trayek Trans Jatim akan diawali dari Terminal Kota Batu. Kemudian, Terminal Hamid Rusdi menjadi titik pemberhentian di Kota Malang.

Setelah itu bus trans berlanjut ke Kabupaten Malang dan berakhir di terminal Talang Agung (Kepanjen).

”Trans Jatim ini nanti tidak menggunakan Terminal Arjosari. Kami mengupayakan tidak bersinggungan dengan jalur angkot," tandas Minto.

Dia mencontohkan, dari Batu, bus Trans Jatim melewati Karangploso, Karanglo, dan Jalan Raden Intan di Kecamatan Blimbing. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Agar tidak melewati jalur angkot, pihaknya meminta rute bus itu berbelok ke Jalan LA. Sucipto. Kemudian melewati Jalan Ki Ageng Gribig, Jalan Mayjend Sungkono dan berakhir di terminal Hamid Rusdi.

"Setelah itu langsung menuju Kabupaten Malang. Jadi, kami meminimalkan bersinggungan dengan rute angkot," tandas Minto.

Menanggapi rencana mengaspalnya Trans Jatim di Kota Malang, Sekretaris DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono tak mempersoalkan.

Namun pihaknya memberikan catatan untuk Pemkot Malang maupun Pemprov Jatim.

Jika nanti Trans Jatim beroperasi, kata Purwono, armada tersebut tak boleh menaikkan atau menurunkan penumpang di sembarang titik.

Moda transportasi itu diminta hanya menerima penumpang di beberapa titik yang disepakati, salah satunya terminal.
Baca Juga : Dishub Punya Dua Skema untuk Tata Ulang Sistem Angkot.

"Kalau kami tidak masalah jika nantinya terpaksa melewati jalur angkot. Tapi jangan sampai mengambil penumpang di jalan. Karena nanti akan menimbulkan konflik dengan para sopir angkot," tutur Purwono.

Dia akan berkoordinasi dengan pemkot dan pemprov terkait permintaan tersebut. Tujuannya agar tidak terjadi konflik ke depannya. (adk/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
##beritamalang #Bus ##jawaposradarmalang ##transjatim ##j99 ##mediaonlinemalang ##beritamalanghariini ##radarmalanghariini