SUMBERPUCUNG, RADAR MALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang merencanakan pengembangan Puskesmas Sumberpucung menjadi rumah sakit tipe D. Rencana ini fokus pada peningkatan fasilitas, kapasitas tempat tidur, dan pelayanan medis agar lebih optimal bagi masyarakat di Sumberpucung, Kalipare, dan Donomulyo.
Bupati Malang H M. Sanusi menjelaskan, rumah sakit tipe D memerlukan minimal 50 tempat tidur (TT), sedangkan Puskesmas Sumberpucung saat ini hanya memiliki 20 TT.
“Untuk memenuhi standar tipe D, kita perlu menambah 30 TT,” ujarnya.
Baca Juga: Menanti Rumah Sakit Sumberpucung, Butuh Kajian dan Lahan Minimal 2 Hektare
Selain kapasitas tempat tidur, pengembangan juga mencakup peningkatan fasilitas dasar, ruang perawatan, ruang IGD, dan penambahan tenaga kesehatan (nakes). Rumah sakit tipe D akan melayani kasus kesehatan ringan hingga sedang dan menjadi rujukan pertama bagi puskesmas atau klinik setempat sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit tipe C atau B.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo menambahkan, salah satu kendala utama adalah luas lahan. Saat ini Puskesmas Sumberpucung memiliki area 1.600 meter persegi, sementara pembangunan rumah sakit tipe D idealnya membutuhkan minimal 2 hektare.
“Jika memungkinkan, tanah di belakang puskesmas milik Perhutani bisa ditukar guling untuk menambah area dan bangunan,” ujarnya.
Baca Juga: 125 Titik Jalan Desa di Kabupaten Malang Diperbaiki 2026, Ini Sebarannya
Secara teknis, pengembangan meliputi:
- Penambahan tempat tidur dari 20 TT menjadi 50 TT
- Peningkatan ruang rawat inap, IGD, dan fasilitas pendukung lainnya
- Penambahan tenaga kesehatan sesuai standar rumah sakit tipe D
- Optimalisasi layanan rujukan dari puskesmas dan klinik ke rumah sakit
Jika studi kelayakan mendukung, Pemkab Malang menargetkan pembangunan selesai dalam dua tahun ke depan. Saat ini, Kabupaten Malang memiliki tiga RSUD, yakni RSUD Kanjuruhan, RSUD Lawang, dan RSUD Ngantang. Kehadiran rumah sakit tipe D di Sumberpucung diharapkan mempercepat pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah selatan bagian barat.
Editor : Aditya Novrian