Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Besok Pemkot Malang Terapkan WFH dengan 30 Persen ASN Bakal Kerja dari Rumah, Ini Detailnya

Andika Satria Perdana • Kamis, 9 April 2026 | 15:00 WIB
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberikan keterangan mengenai kebijakan WFH ASN. (Andika Satria Perdana/Radar Malang)
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberikan keterangan mengenai kebijakan WFH ASN. (Andika Satria Perdana/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menerapkan kebijakan work from home (WFH) untuk aparatur sipil negara (ASN), besok. Sekitar 30 persen ASN dijadwalkan bekerja dari rumah, sementara sisanya tetap masuk kantor seperti biasa.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, kebijakan ini baru pertama kali diterapkan di lingkungan Pemkot Malang. Namun, untuk jabatan strategis tetap menjalankan aktivitas normal di kantor.

Baca Juga: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Pilih Gowes ketimbang Pakai Mobil Listrik untuk Hemat Energi

Pejabat Eselon II dan Eselon III dipastikan tetap masuk seperti biasa. Eselon II merupakan kepala perangkat daerah atau kepala dinas, sedangkan Eselon III adalah pejabat setingkat kepala bidang.

“Perangkat daerah yang berkaitan dengan pelayanan, pendidikan, dan tenaga kesehatan juga tetap beraktivitas normal,” jelas Wahyu kepada Jawa Pos Radar Malang, Kamis (9/4).

Dengan skema tersebut, sekitar 70 persen ASN tetap memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Sementara 30 persen lainnya menjalankan tugas dari rumah.

Selain kebijakan WFH, Pemkot Malang juga mendorong perubahan pola kerja yang lebih hemat energi. Salah satunya melalui gerakan bersepeda ke kantor.

Baca Juga: Plengsengan Ambrol di Bareng, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Turun Langsung dan Perintahkan Perbaikan Cepat

Wahyu mengimbau ASN yang tetap bekerja di kantor untuk menggunakan sepeda, khususnya setiap hari Jumat.

“Untuk ASN yang aktivitas normal, saya juga sudah imbau untuk bersepeda. Jadi setiap Jumat harus bike to work,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama di tengah kondisi krisis global yang berdampak pada energi.

Tak hanya itu, Pemkot Malang juga mulai menginventarisasi perjalanan dinas ASN. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari efisiensi anggaran.

Menurut Wahyu, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri terkait penghematan dan optimalisasi kinerja pemerintahan.

“Kemungkinan akan ada efisiensi perjalanan dinas sesuai instruksi dari pemerintah pusat,” pungkasnya.

Editor : Aditya Novrian
WFH Pemkot Malang ASN Malang kerja dari rumah kebijakan WFH Malang hemat BBM ASN bike to work Malang