LUMAJANG, RADAR MALANG – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang kembali mengalami erupsi pada Jumat pagi (10/4) pukul 08.11 WIB. Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke utara. Aktivitas erupsi juga terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 39 detik.
Baca Juga: Ingin Naik Gunung Arjuno Jalur Purwosari? Ini Rute Lengkap dan Estimasi Waktu yang Wajib Diketahui
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menyampaikan bahwa saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.
“Saat ini erupsi masih berlangsung,” ujarnya.
Seiring kondisi tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dengan radius sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Baca Juga: Sisa Endapan Letusan Gunung Api Jadi Sinkhole? Ini Kata Badan Geologi
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Area ini berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak, termasuk wilayah Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Imbauan lainnya, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Hal ini karena potensi bahaya lontaran batu pijar yang masih tinggi.
Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu dari puncak Semeru. Di antaranya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan tidak mendekati zona berbahaya demi keselamatan.
Editor : Aditya Novrian