KEPANJEN, RADAR MALANG – Rencana laga derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April mendatang belum mendapat rekomendasi dari kepolisian. Polres Malang masih menahan izin pertandingan di Stadion Kanjuruhan karena sejumlah pertimbangan.
Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi yang melibatkan suporter, pihak kecamatan, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula Polres Malang, Selasa (15/4).
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan, rapat tersebut membahas dua laga kandang Arema FC, yakni melawan Persis Solo pada 18 April dan Persebaya Surabaya pada 28 April.
Hasilnya, dua keputusan berbeda diambil. Laga melawan Persis Solo dipastikan bisa digelar di Stadion Kanjuruhan. Sementara untuk pertandingan kontra Persebaya, kepolisian belum memberikan rekomendasi.
“Laga kandang lawan Persis sudah bisa dilaksanakan di Kanjuruhan. Kalau Persebaya, dengan beberapa pertimbangan kami belum siap,” ujar Taat.
Menurutnya, pertandingan melawan Persebaya dikategorikan sebagai laga berisiko tinggi terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sejumlah faktor menjadi pertimbangan, mulai dari potensi gangguan keamanan, aksi penolakan dari berbagai pihak, hingga trauma sosial pasca Tragedi Kanjuruhan 2022.
Baca Juga: Panpel Arema FC Ingin Pengamanan Laga Super Big Match Lawan Persebaya seperti Leg Pertama di GBT
“Ada penolakan dari keluarga korban, mahasiswa, dan suporter, baik melalui surat maupun media sosial,” jelasnya.
Selain itu, kepolisian juga mencermati tingginya dinamika di media sosial yang dinilai berpotensi memicu provokasi dan ujaran kebencian.
“Kami melihat ada potensi gangguan kamtibmas dari aktivitas di media sosial,” imbuhnya.
Meski demikian, hasil rapat tersebut masih akan dilaporkan ke Polda Jawa Timur untuk mendapatkan keputusan final. Kepolisian memperkirakan keputusan akan keluar dalam waktu dekat.
Ada kemungkinan laga tetap digelar sesuai jadwal, namun dengan opsi pemindahan venue ke lokasi lain.
Baca Juga: Persib Bandung Melawan Arema FC Batal Berlangsung Malam Hari
Sementara itu, untuk pertandingan melawan Persis Solo, tingkat kerawanan dinilai sedang. Laga tetap digelar di Kanjuruhan, namun tanpa kehadiran suporter tamu.
Polisi juga menyiapkan langkah antisipasi dengan melakukan penyekatan di perbatasan wilayah, bekerja sama dengan Polda Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Penyekatan direncanakan dilakukan di sejumlah titik seperti Pacitan, Magetan, Ngawi, dan Nganjuk guna mencegah kedatangan suporter Persis Solo ke Malang.
Editor : Aditya Novrian