KEPANJEN, RADAR MALANG – Aktivitas gempa bumi di wilayah Malang meningkat dalam sepekan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang mencatat total sembilan kejadian gempa, dengan rincian tujuh kali berpusat di Kabupaten Malang dan dua kali di Kota Malang.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang Ricko Kardoso menjelaskan sebagian besar gempa tersebut terjadi di laut selatan Pulau Jawa. Berdasarkan peta distribusi, episenter gempa dipicu aktivitas subduksi, yakni pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.
“Sebagian besar berpusat di laut selatan sebagai dampak subduksi dua lempeng tersebut,” ujar Ricko, Jumat (17/4).
Baca Juga: Gempa Pacitan Magnitudo 6,5 Terasa di Malang, Warga Terbangun dan Panik Keluar Rumah
Sementara itu, dua gempa yang terjadi di Kota Malang tergolong gempa dangkal di darat. Fenomena ini dipicu oleh aktivitas patahan lokal di wilayah setempat.
Meski frekuensinya cukup sering, seluruh gempa yang tercatat memiliki kekuatan di bawah 5 Skala Richter (SR) dan tidak dirasakan masyarakat.
Sebagai contoh, dua gempa di Kota Malang terjadi pada Senin (13/4) dengan magnitudo 2,51 SR dan 2,37 SR. Pusat gempa berada sekitar 13 kilometer timur laut Kota Malang.
Baca Juga: Kabupaten Malang Dilanda 22 Kali Gempa
BMKG mencatat seluruh aktivitas tersebut melalui jaringan sensor yang tersebar di beberapa titik. Saat ini, Stasiun Geofisika Malang memiliki sekitar 20 sensor pemantau gempa.
Di Kabupaten Malang, terdapat tiga sensor utama, yakni di wilayah Malang (MLJI), Gedangan (GEJI), dan Poncokusumo (POKJI). Selain itu, sensor terdekat lainnya berada di Klakah, Lumajang (KLJI).
Ricko menegaskan, tidak semua getaran yang terekam sensor dapat dikategorikan sebagai gempa bumi. Suatu kejadian baru disebut gempa jika minimal enam sensor yang berdekatan mendeteksi getaran secara bersamaan.
“Kalau hanya satu sensor yang mendeteksi, bisa jadi itu gangguan seperti kendaraan berat melintas,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Hingga saat ini, aktivitas gempa di wilayah Malang masih dalam kategori aman.
Editor : Aditya Novrian