Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Status Gunung Semeru Masih Siaga dan Abu Berpotensi Mengarah ke Malang, Ini Zona Bahaya yang Perlu Diketahui

Biyan Mudzaky Hanindito • Rabu, 22 April 2026 | 21:00 WIB
Rekaman aktivitas Gunung Semeru pada Rabu (22/4) pagi. (PVMBG Pos Pemgamatan Gunung Semeru)
Rekaman aktivitas Gunung Semeru pada Rabu (22/4) pagi. (PVMBG Pos Pemgamatan Gunung Semeru)

AMPELGADING, RADAR MALANG – Gunung Semeru masih berstatus siaga hingga saat ini. Dalam kondisi tersebut, aktivitas vulkanik masih fluktuatif dan berpotensi menimbulkan dampak ke wilayah sekitar, termasuk arah sebaran abu ke Malang.

Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dalam periode pengamatan dini hari, sempat terdeteksi aktivitas erupsi berupa asap kawah yang mengarah ke barat.

“Teramati 6 kali letusan asap dengan warna putih kelabu, tinggi sekitar 500 hingga 700 meter ke arah barat,” ujar petugas Pos Pengamatan Semeru Yadi Yuliandi kepada Jawa Pos Radar Malang.

Baca Juga: Status Siaga, Gunung Semeru Erupsi Hari Ini dengan Kolom Abu Capai 800 Meter

Selain itu, kolom abu juga sempat terpantau muncul dari puncak dengan ketinggian sekitar 600 meter dan intensitas cukup tebal. Arah sebaran abu mengikuti kondisi angin, yang pada saat itu cenderung bergerak ke wilayah barat.

Meski demikian, tidak semua material vulkanik mengarah ke Malang. Guguran seperti lava pijar dan batuan tetap dominan bergerak ke sektor tenggara, khususnya melalui aliran Besuk Kobokan.

“Tercatat dua kali guguran dengan jarak luncur sekitar satu kilometer ke arah Besuk Kobokan,” imbuh Yadi.

Memasuki pagi hari, aktivitas gunung terpantau mereda. Tidak terlihat kolom abu atau awan vulkanik yang signifikan dari puncak.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Kembali, Kolom Abu Hampir Mancapai 1 KM

Meski aktivitas bisa berubah sewaktu-waktu, status siaga menandakan potensi bahaya masih ada. Karena itu, masyarakat di sekitar lereng gunung perlu memahami zona rawan yang telah ditetapkan.

PVMBG merekomendasikan agar warga tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, area sejauh 500 meter dari tepi sungai juga harus dihindari karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan lahar hingga 17 kilometer.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tetap tidak melakukan aktivitas di dekat aliran sungai karena potensi bahaya masih ada,” tegas Yadi.

Zona larangan lainnya adalah radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung, yang rawan terhadap lontaran material vulkanik.

Dengan kondisi yang masih dinamis, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi perubahan arah angin atau peningkatan aktivitas dari Gunung Semeru.

Editor : Aditya Novrian
#status siaga Semeru #abu ke Malang #zona bahaya Semeru #gunung semeru #PVMBG