Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lingua Franca: Strongking, Istilah yang Mengadopsi Nama Merek Lampu

Biyan Mudzaky Hanindito • Minggu, 26 April 2026 | 13:36 WIB
Lingua Franca: Strongking, Istilah yang Mengadopsi Nama Merek Lampu
Lingua Franca: Strongking, Istilah yang Mengadopsi Nama Merek Lampu

Strongking, strong adalah kuat, e king, artinya raja, raja kuat,,!!” Itu adalah petikan lagu berjudul Castol garapan Tani Maju. Sebagai band lokal Malang, mereka memang cukup sering memopulerkan kata-kata lawas.  

Sampai saat ini, istilah strongking masih beberapa kali digunakan sebagian warga di Malang Raya. Itu adalah istilah untuk menyebut lampu berbahan bakar minyak tanah, yang jamak disebut petromax.

Baca Juga: Lingua Franca: Sembrani, Istilah Akronim dari Bahasa Indonesia

Peneliti Bahasa asal Universitas Negeri Malang (UM) Nurenzia Yannuar mengatakan, penyebutan strongking hampir sama seperti munculnya istilah odol untuk pasta gigi. ”Awalnya itu dari merek. Lampu zaman dulu mereknya Stormking. Lalu ada penyesuaian penyebutan dengan lidah warga lokal,” terang dia.

Merek lampu minyak Stormking sudah dipasarkan di Indonesia sejak zaman Belanda. Tepatnya pada era tahun 1920 sampai 1930-an. Lampu sendiri ditemukan pertama kali pada 1910 oleh Max Graetz di Berlin, Jerman.

Istilah petromax juga muncul dari penggabungan dua kata. Yang pertama petroleum (minyak tanah atau parafin). Berikutnya yakni Max (nama depan Max Graetz).

Baca Juga: Lingua Franca: Sejinah Istilah Jual Beli Kelapa yang Kini Dipakai Penjual Sate

Setelah ada kata petromax, kian waktu istilah strongking mulai tersisih eksistensinya. ”Warga makin familiar dengan istilah petromax itu sendiri. Lampu jenis itu juga makin jarang terlihat (saat ini),” tandas Nurenzia. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#Strongking #petromax #familiar #um