MALANG KOTA, RADAR MALANG - Selain playground, fasilitas air mancur di Alun-Alun Merdeka rusak. Pemkot Malang beralasan kerusakan itu disebabkan karena alat dry fountain tersebut terendam banjir, beberapa hari lalu.
”Dengan sistem dry fountain tidak boleh banjir. Kemarin saat hujan lebat, pompa air ikut terendam,” ujar Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran.
Raymond menjelaskan genangan air sempat merendam komponen jaringan pompa. Itulah yang menurutnya membuat air mancur tidak berfungsi.
Baca Juga: Playground Alun-Alun Malang Rusak, Awas Membahayakan Wisatawan
Untuk diketahui, dry fountain merupakan air mancur yang tidak menggunakan kolam. Air akan menyembur dari dalam lantai. Ketika air mancur tidak beroperasi, terlihat seperti permukaan biasa. Untuk mengatasi problem itu, pompa saat ini tengah dikeringkan.
Raymond memperkirakan proses pengeringan membutuhkan waktu sepekan. Sehingga, diperkirakan pada minggu depan air mancur bisa beroperasi kembali. Selain pengeringan komponen, DLH Kota Malang juga mengevaluasi konstruksi dry fountain.
Dari hasil pengecekan sementara, ditemukan celah di bagian tertentu yang memungkinkan air masuk ke dalam sistem. ”Saat sirkulasi air, ada yang masuk ke dalam pompa. Itu karena posisinya memang agak dalam,” jelasnya.
Baca Juga: Alun-Alun Kepanjen Malang Telan Biaya hingga Rp 300 Miliar
Melihat kondisi itu, perbaikan akan fokuskan pada penguatan struktur jaringan. Termasuk pengecoran ulang pada bagian yang rawan terkena air hujan maupun banjir. ”Agar ketika hujan lebat, genangan air tidak sampai masuk ke dalam mesin,” tandasnya.
Di tempat lain, Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menuturkan, persoalan di Alun-Alun Merdeka sepertinya susah diatasi. Sebab, jumlah kunjungan disana cukup banyak. Di sisi lain, DLH punya keterbatasan anggaran perawatan.
Selama setahun, anggaran perawatan taman hanya Rp 300 juta. Itu dialokasikan untuk 90 taman. Minimnya anggaran itu karena efisiensi pemerintah. ”Kami kasihan dengan DLH, anggaran sedikit tetapi banyak yang diurus. Karena dinas teknis, harus ada pertimbangan penambahan anggaran terutama perawatan taman,” tegas Arief. (adk/by)
Editor : A. Nugroho