Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

TPA Supit Urang Terancam Overload 2028, KLH Soroti Timbunan 500 Ton Sampah Per Hari di Kota Malang

Andika Satria Perdana • Senin, 11 Mei 2026 | 16:41 WIB
Direktur Penanganan Sampah KLH Melda menyampaikan data tentang kondisi TPS di Indonesia, di MCC. (Andika Satria Perdana/Radar Malang)
Direktur Penanganan Sampah KLH Melda menyampaikan data tentang kondisi TPS di Indonesia, di MCC. (Andika Satria Perdana/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperingatkan mayoritas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia berada dalam kondisi darurat dan terancam overload pada 2028. Di Kota Malang, TPA Supit Urang menjadi salah satu yang mendapat sorotan karena menerima sekitar 500 ton sampah setiap hari.

Direktur Penanganan Sampah KLH Melda Mardalina menilai tingginya timbunan sampah itu dipicu rendahnya kesadaran pemilahan sampah dari sumber. Akibatnya, hampir seluruh jenis sampah masih berakhir di TPA tanpa proses pengolahan optimal.

Baca Juga: Tiga TPA di Malang Disuntik Dana Rp 3 Miliar  

Kapasitas TPA di Indonesia Sudah Capai 70 Persen

Melda mengungkapkan, rata-rata kapasitas TPA di berbagai daerah saat ini sudah mencapai 70 persen. Kondisi tersebut membuat banyak daerah berada dalam ancaman krisis sampah apabila tidak segera melakukan pembenahan sistem pengelolaan.

Menurut dia, konsep pengolahan sampah seharusnya tidak lagi menjadikan TPA sebagai tempat pembuangan seluruh jenis sampah. Sampah organik wajib dikelola lebih dulu agar yang masuk ke TPA hanya residu atau sampah yang benar-benar tidak memiliki nilai manfaat.

“Seluruh sampah organik harus dikelola dengan baik sebelum masuk TPA. Sehingga di sana hanya mengolah sampah yang tidak memiliki nilai manfaat lagi,” tegasnya saat menghadiri agenda di Malang Creative Center, sore ini.

Melda menyebut perubahan pola pengelolaan sampah menjadi langkah mendesak untuk menekan beban TPA yang terus meningkat setiap tahun.

Baca Juga: Realisasi PSEL Mundur hingga Dua Tahun Lagi

TPA Supit Urang Kota Malang Hadapi Tekanan Tinggi

Kondisi serupa juga terjadi di TPA Supit Urang. Saat ini, volume sampah yang masuk mencapai sekitar 500 ton per hari.

Menurut Melda, jumlah tersebut menjadi tekanan besar bagi kapasitas TPA Supit Urang. Jika tidak ada pengurangan volume sampah dari hulu, maka daya tampung TPA diperkirakan tidak akan mampu bertahan lama.

“Kalau terus dibiarkan, TPA itu tidak bisa lagi menampung sampah paling lambat tahun 2028,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan daerah-daerah untuk belajar dari sejumlah kasus longsoran gunungan sampah yang pernah terjadi di Indonesia. Pengelolaan yang tidak optimal disebut tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.

“Kita juga harus belajar pada daerah lain, seperti ada peristiwa longsoran gunungan sampah. Pengolahan tidak optimal bisa menimbulkan risiko terhadap keselamatan dan lingkungan,” tandasnya.

Editor : Aditya Novrian
#overload TPA #sampah kota malang #klh #tpa supit urang #pengelolaan sampah