MALANG KOTA, RADAR MALANG – Wacana pembangunan ring road atau jalur lingkar di Malang kembali memanas pada 2026. DPRD Kota Malang meminta proyek tersebut masuk dalam pembahasan Ranperda Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) agar memiliki arah pembangunan yang lebih jelas dan tidak sekadar menjadi wacana tahunan.
Padahal, gagasan pembangunan jalur lingkar sebenarnya sudah muncul sekitar 2015 silam. Seiring meningkatnya kemacetan di Kota Malang, proyek Jalur Lingkar Timur (Jalitim) hingga Jalur Lingkar Barat (Jalibar) terus muncul dalam berbagai periode pemerintahan, namun belum sepenuhnya terealisasi.
Isu pembangunan Jalitim palinh ramai dibahas. Sebab, rencana tersebut digadang-gadang bisa memecah kemacetan di masa depan.
Baca Juga: Realisasikan Wacana Ring Road, Pengamat Beri Dua Saran ke Pemkot Malang
Berikut kronologi perkembangan wacana ring road Kota Malang dari masa ke masa:
• 2015: Jalitim Mulai Serius Dibahas
Pada era Wali Kota HM Anton, pembahasan Jalitim mulai mengerucut ke tahap pembangunan.
Pemkot Malang saat itu menyebut pembangunan awal akan dimulai pada 2016 di kawasan Madyopuro. Pemerintah pusat disebut menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp 50 miliar.
Tahap awal proyek dirancang berupa jalur kembar dari Madyopuro menuju Jembatan Kedungkandang agar kendaraan besar dari arah Kabupaten Malang tidak masuk pusat kota.
Baca Juga: DPRD Kota Malang: Ring Road di Sisi Timur Lebih Mendesak
• 2016–2018: Realisasi Tersendat Pembebasan Lahan
Meski sempat diumumkan akan segera dibangun, proyek Jalitim berjalan lambat.
Kendala utama berada pada pembebasan lahan dan kebutuhan anggaran besar. Akibatnya, progres pembangunan tidak berjalan signifikan dalam beberapa tahun berikutnya.
• 2019: Jalitim Dikaitkan dengan Pengembangan Tol
Pembahasan jalur lingkar kembali muncul seiring berkembangnya infrastruktur jalan tol di Malang Raya.
Pemkot Malang mulai menilai keberadaan ring road penting untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dari akses tol menuju pusat kota.
• 2022: Jalitim Masuk RTRW Kota Malang
Rencana Jalitim resmi masuk dalam RTRW Kota Malang 2022–2042.
Dalam dokumen tersebut, jalur direncanakan membentang dari kawasan Jalan Ki Ageng Gribig hingga Jalan Mayjen Sungkono di wilayah Kedungkandang.
Baca Juga: Paripurna Pengajuan Pemberhentian Wali Kota, Sutiaji Titip Realisasi Jalitim
• 2023: Jalibar dan Jalitim Masuk Masterplan Jalan
Pada 2023, Pemkot Malang kembali membahas masterplan jaringan jalan yang memasukkan Jalitim dan Jalur Lingkar Barat (Jalibar).
Wali Kota Malang saat itu, Sutiaji, menyebut wacana jalur lingkar sebenarnya sudah lama ada, namun sempat “mati suri”.
Baca Juga: Wacana Jalitim Kembali Dilirik, Trase Rencana Jalibar Berganti
• 2024: Isu Ring Road Masuk Tema Pilkada
Menjelang Pilkada 2024, isu kemacetan dan pembangunan ring road kembali ramai dibahas.
Sejumlah pasangan calon wali kota saat itu sama-sama menyatakan siap melanjutkan pembangunan Jalitim sebagai solusi jangka panjang kemacetan Kota Malang.
• 2025: DPRD Mulai Mendesak Prioritas Pembangunan
Pada 2025, DPRD Kota Malang kembali mendesak agar Jalitim masuk prioritas pembangunan dalam masterplan jaringan jalan kota.
Legislator menilai kepadatan kendaraan di kawasan Kedungkandang, Madyopuro, hingga akses keluar tol semakin parah dan membutuhkan solusi konkret.
Baca Juga: Jalibar Kepanjen Belum Diperbaiki, Proyek Rp 2 Miliar Masih Ditinjau Ulang
• 2026: Ring Road Kembali Memanas dalam Ranperda LLAJ
Memasuki 2026, pembahasan dua ring road kembali mencuat dalam Ranperda LLAJ.
DPRD Kota Malang meminta proyek jalur lingkar tidak lagi berhenti sebagai rencana di atas kertas, melainkan benar-benar disiapkan menuju tahap realisasi untuk mengurangi kemacetan yang terus meningkat di Kota Malang.
Editor : Aditya Novrian