AMPELGADING, RADAR MALANG – Jalur utama Malang-Lumajang di wilayah Kecamatan Ampelgading kembali diterjang longsor. Dalam kurun dua bulan terakhir, sedikitnya dua kejadian longsor terjadi di kawasan tersebut akibat hujan deras yang mengguyur wilayah perbukitan.
Kondisi kontur jalan yang berada di antara tebing dan lereng membuat jalur penghubung Kabupaten Malang dan Lumajang itu rawan tertutup material tanah saat cuaca ekstrem terjadi.
Longsor Terbaru Tutup Jalur hingga Berjam-jam
Longsor terbaru terjadi di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, Jumat dini hari (15/5) sekitar pukul 02.00.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan kawasan tersebut sebelumnya diguyur hujan deras cukup lama.
Baca Juga: Tiga Kecamatan di Kabupaten Malang Dilanda Longsor akibat Hujan Deras
“Kawasan tersebut memang diguyur hujan mulai pukul 21.00 sampai akhirnya terjadi longsor,” ujar Sadono.
Material longsor berasal dari tebing sepanjang sekitar empat meter dengan lebar mencapai 10 meter di atas tembok penahan tanah (TPT).
Hujan yang masih terus turun hingga sekitar pukul 07.00 membuat material tanah dan batu melebar ke badan jalan hingga akses sempat tidak bisa dilalui kendaraan.
Baca Juga: Ampelgading-Tirtoyudo Diterjang Longsor
Beruntung, longsoran tidak sampai mengenai rumah warga yang berada tepat di seberang lokasi kejadian.
“Tidak ada kerusakan di TPT-nya juga,” imbuhnya.
Petugas gabungan akhirnya berhasil membersihkan material longsor sekitar pukul 13.30.
Jalur Tirtomoyo Disebut Rawan Longsor
Menurut BPBD, kawasan Jalan Raya Malang-Lumajang di Desa Tirtomoyo memang tergolong rawan longsor.
Selain berada di kawasan berbukit, pengamanan tebing di lokasi hanya menggunakan TPT di bagian bawah tanpa perlindungan di sisi atas lereng.
Kondisi tersebut membuat tanah mudah bergerak ketika hujan deras mengguyur dalam waktu lama.
Longsor Juga Pernah Putus Akses ke Kaki Semeru
Sebelumnya, longsor juga terjadi pada 1 April lalu di wilayah Kecamatan Ampelgading.
Saat itu, material longsor menutup total jalan penghubung Desa Simojayan menuju Desa Mulyoasri yang menjadi salah satu akses menuju kawasan kaki Gunung Semeru.
Sadono menyebut penyebab longsor saat itu sama, yakni hujan deras dengan intensitas tinggi.
“Penyebabnya sama, hujan deras tidak berhenti-berhenti. Bedanya kalau yang tanggal 1 April itu hanya tiga jam,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat BPBD mengingatkan masyarakat dan pengguna jalan agar lebih waspada saat melintas di jalur Malang-Lumajang, terutama ketika hujan deras berlangsung cukup lama.
Editor : Aditya Novrian