KEPANJEN – Puluhan ribu balita masuk target imunisasi measles (campak) dan rubella (campak Jerman). Dari total 87.279 anak yang masuk sasaran, sekitar 14.574 anak di antaranya sudah mendapatkan vaksin pada triwulan pertama. Terdiri atas 7.231 anak menerima dosis pertama (MR1) dan 7.343 anak menerima dosis dua (MR 2). Sisanya, imunisasi untuk 72 ribu balita akan dikejar hingga akhir tahun (selengkapnya lihat grafis)
Administrator Kesehatan Ahli Madya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Suyatno mengatakan, sebagai pencegahan campak, pihaknya akan mempercepat program kejar imunisasi MR 1 dan MR 2.
”Kami menggandeng TPMB (Tempat Praktik Mandiri Bidan) dan RS swasta dalam percepatan ini,” ujar Suyatno kemarin.
Dia menegaskan, pihaknya fokus terhadap anak zero dose. Yakni anak yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali. Selain itu, juga akan memberi perhatian pada anak drop out atau anak yang tidak melanjutkan rangkaian imunisasi dasar lengkap.
“Kami melakukan sweeping by name by address dan mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran imunisasi,” kata Suyatno. Sebab, terkadang masih ada orang tua yang tidak berkenan anaknya diimunisasi dengan berbagai alasan.
Kemudian jika anak dinyatakan sebagai suspek campak, penyelidikan epidemiologi (PE) di setiap kasus akan dilaksanakan. Dalam PE, petugas bakal mengambil spesimen di setiap suspek untuk konfirmasi di laboratorium apakah suspek tersebut benar menderita campak.
Agar campak tidak menyebar lebih luas, petugas juga akan melakukan pelacakan kontak dan pemeriksaan kasus di sekitar suspek. Balita yang diduga menderita campak akan diisolasi sehingga virus tidak menular ke orang lain.
Sebagai informasi, campak ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, mata berair dan kemerahan (konjungtivitis), dan bintik putih di dalam mulut. Ruam yang muncul mulanya berupa bintik-bintik merah kecil, kemudian menyatu hingga ukurannya membesar. Ruam tersebut bisa bertahan selama 5–7 hari.
Campak dapat sembuh dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Namun untuk membantu meredakan gejala, penderita sebaiknya banyak minum air putih. Tujuannya agar tidak mengalami dehidrasi atau konsumsi ASI yang cukup bagi bayi serta beristirahat dengan cukup.
“Makan makanan yang bergizi dan mudah ditelan juga efektif untuk menangani campak,” kata Yatno.
Bagi yang belum pernah menerima imunisasi campak sangat dianjurkan untuk mendapat vaksin campak dalam waktu 72 jam setelah gejala muncul. Tujuannya untuk meredakan gejala dan mempercepat proses penyembuhan.
”Pemberian vitamin A pada anak yang memiliki gejala campak juga perlu dilakukan,” pungkasnya. (yun/dan).
Editor : Mahmudan