MALANG, RADAR MALANG – Rencana pembangunan Tol Malang–Kepanjen diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan dari Kota Malang menuju wilayah selatan Kabupaten Malang. Secara matematis, perjalanan yang selama ini dapat memakan waktu lebih dari satu jam saat lalu lintas padat berpotensi dipersingkat menjadi hanya sekitar 18 hingga 30 menit.
Dalam rancangan awal, ruas tol tersebut bakal dilengkapi tiga titik interchange atau akses keluar-masuk kendaraan. Masing-masing berada di wilayah Pakisaji, Kepanjen, dan Gondanglegi. Kehadiran akses itu diperkirakan mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan penyangga Kota Malang.
Perhitungan Waktu Tempuh Tol Malang–Kepanjen
Estimasi waktu perjalanan dihitung menggunakan rumus dasar waktu tempuh, yakni jarak dibagi kecepatan.
t (waktu) = s (jarak) dibagi v (kecepatan)
Dengan asumsi kecepatan kendaraan rata-rata di jalan tol berada pada kisaran 60 hingga 100 kilometer per jam, efisiensi waktu perjalanan dinilai cukup besar dibanding kondisi lalu lintas saat ini.
Baca Juga: Tol Malang-Kepanjen Tambah Interchange di Gondanglegi untuk Topang Wisata Pantai Selatan
Untuk akses interchange Pakisaji yang berjarak sekitar 16 kilometer dari Kota Malang, kendaraan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 16 menit pada kecepatan rata-rata 60 km/jam. Sedangkan jika kendaraan melaju hingga 100 km/jam, waktu tempuh dapat turun menjadi sekitar 9 hingga 10 menit.
Sementara itu, perjalanan menuju interchange Kepanjen dengan panjang lintasan sekitar 30 kilometer diperkirakan dapat ditempuh sekitar 30 menit pada kecepatan rata-rata 60 km/jam.
Pada kecepatan lebih tinggi, yakni sekitar 100 km/jam, waktu perjalanan diproyeksikan hanya sekitar 18 menit.
Sedangkan untuk interchange Gondanglegi yang berjarak sekitar 26 kilometer dari Kota Malang, estimasi waktu tempuh berada di kisaran 26 menit pada kecepatan 60 km/jam. Jika kendaraan melaju lebih cepat, perjalanan dapat dipangkas menjadi sekitar 15 hingga 16 menit.
Baca Juga: Update Realisasi Pembangunan Tol Malang-Kepanjen: Masih Butuh Investor agar Cepat Terlaksana
Jalur Malang Selatan Selama Ini Kerap Padat
Koridor Malang menuju wilayah selatan Kabupaten Malang selama ini dikenal menjadi salah satu jalur dengan tingkat kepadatan tinggi. Kondisi tersebut terutama terjadi di kawasan Pakisaji, Kepanjen, hingga Gondanglegi.
Arus kendaraan logistik, pekerja, hingga wisatawan membuat waktu perjalanan sering tidak menentu, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Karena itu, pembangunan Tol Malang–Kepanjen dinilai tidak hanya mempercepat mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Malang selatan.
Potensi Dorong Ekonomi dan Pariwisata Malang Selatan
Akses jalan yang lebih cepat diperkirakan dapat memperlancar distribusi barang dan perjalanan komuter dari Kabupaten Malang menuju Kota Malang maupun sebaliknya.
Selain itu, konektivitas menuju kawasan wisata di Malang selatan juga diproyeksikan semakin mudah dijangkau. Dampaknya, kawasan penyangga di sekitar interchange berpotensi berkembang menjadi pusat ekonomi baru, mulai sektor perdagangan, jasa, hingga pariwisata.
Editor : Aditya Novrian