MALANG KOTA, RADAR MALANG – Pemkot Malang mengusulkan dua sapi berbobot sekitar satu ton sebagai calon hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha tahun ini. Kedua sapi tersebut merupakan ternak milik warga Kota Malang yang berasal dari Kecamatan Lowokwaru dan Kedungkandang.
Usulan tersebut telah dikirimkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur untuk proses seleksi lebih lanjut.
Tidak Hanya Bobot, Sapi Harus Sehat dan Cukup Umur
Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan mengatakan, kriteria calon hewan kurban presiden tidak hanya dilihat dari ukuran atau bobot tubuh.
Baca Juga: Menjelang Idul Adha, Ini Tips Memilih Hewan Kurban yang Baik dan Berkualitas
Menurut dia, sapi yang diusulkan juga harus memenuhi syarat kesehatan, tidak cacat, cukup umur, serta sudah poel atau mengalami pergantian gigi sebagai penanda layak kurban.
“Surat usulan hewan kurban pak presiden dari Dispangtan Kota Malang sudah kami kirimkan ke Dinas Peternakan Provinsi Jatim,” ujarnya.
Dari dua sapi yang diajukan, nantinya kemungkinan hanya satu ekor yang akan dipilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo.
Jenis Sapi Berbeda, dari Brangus hingga Limosin
Slamet menjelaskan kedua sapi yang diusulkan berasal dari jenis berbeda.
Baca Juga: Demi Lindungi Pengonsumsi Daging Kurban, Pemkab Terjunkan Tim Pengawas Anti-Virus PMK
Sapi asal Kecamatan Kedungkandang merupakan jenis brangus, sedangkan sapi dari Kecamatan Lowokwaru berjenis limosin.
“Kedua sapi yang diusulkan jenisnya berbeda. Sapi dari Kedungkandang merupakan jenis brangus, sedangkan sapi dari Lowokwaru jenis limosin,” ungkapnya.
Menurut jadwal, peternak pemilik sapi akan dipanggil ke tingkat provinsi pada 22 Mei mendatang untuk menyelesaikan proses transaksi dan tahapan lanjutan seleksi.
Akan Disalurkan ke Masjid Sabilillah Malang
Sapi yang nantinya terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo direncanakan disalurkan ke Masjid Sabilillah Malang.
Baca Juga: Pasar Sapi Mulai Diburu Pencari Hewan Kurban
Pemilihan hewan kurban presiden setiap tahun biasanya mempertimbangkan kualitas ternak terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk aspek kesehatan dan kelayakan konsumsi masyarakat.
Editor : Aditya Novrian