MALANG, RADAR MALANG – Rencana pembangunan Tol Malang–Kepanjen mulai memicu pergerakan harga tanah di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Kawasan yang masuk dalam rencana trase maupun berada di sekitar calon exit tol diprediksi bakal mengalami lonjakan nilai paling tinggi apabila proyek tersebut terealisasi.
Beberapa wilayah seperti Pakisaji, Bululawang, Gondanglegi, hingga Kepanjen kini mulai dilirik investor dan pengembang properti. Tol sepanjang hampir 30 kilometer itu diproyeksikan menjadi jalur strategis baru penghubung Kota Malang dengan pusat pemerintahan Kabupaten Malang sekaligus akses menuju kawasan selatan.
Harga Tanah di Jalur Tol Masih Relatif Terjangkau
Saat ini, harga tanah di wilayah yang diperkirakan dilalui tol masih cukup bervariasi.
Baca Juga: Proyek Tol Malang–Kepanjen Masuk Prioritas Nasional, Pembebasan Lahan Ditarget Mulai Tahun Depan
Berdasarkan penelusuran sejumlah platform properti dan agen tanah lokal, harga lahan di kawasan Pakisaji dan Bululawang masih berada di kisaran Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta per meter persegi.
Sementara itu, tanah strategis di kawasan Kepanjen mulai bergerak di kisaran Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per meter persegi.
Exit Tol Diprediksi Jadi Pusat Ekonomi Baru
Kenaikan harga tanah paling tinggi diperkirakan terjadi di kawasan sekitar akses keluar masuk tol atau interchange.
Baca Juga: Tol Malang–Kepanjen Bisa Pangkas Waktu Tempuh Jadi 18 Menit, Ini Hitungan Matematisnya
Wilayah yang memiliki exit tol umumnya berkembang menjadi pusat ekonomi baru karena meningkatnya mobilitas kendaraan, distribusi logistik, hingga aktivitas perdagangan.
Jika tol benar-benar beroperasi, harga tanah di sekitar exit tol diperkirakan dapat naik dua hingga tiga kali lipat dalam lima tahun pertama.
Artinya, lahan yang saat ini masih berada di kisaran Rp 1 juta per meter persegi berpotensi melonjak menjadi Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per meter persegi.
Madyopuro Jadi Contoh Lonjakan Harga Tanah
Prediksi kenaikan tersebut berkaca dari perkembangan kawasan Madyopuro setelah Tol Pandaan–Malang beroperasi.
Sebelum Gerbang Tol Madyopuro dibangun, harga tanah di kawasan tersebut masih berada di kisaran Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta per meter persegi.
Baca Juga: Tol Malang-Kepanjen Tambah Interchange di Gondanglegi untuk Topang Wisata Pantai Selatan
Namun setelah akses tol dibuka, harga lahan di kawasan strategis dekat gerbang tol melonjak hingga Rp 3,5 juta sampai Rp 7 juta per meter persegi.
Kenaikan harga tanah di Madyopuro kemudian diikuti tumbuhnya kawasan pergudangan, pusat kuliner, SPBU, rumah kos, hingga perumahan baru.
Fenomena itu dinilai berpotensi terulang di kawasan selatan Kabupaten Malang apabila Tol Malang–Kepanjen terealisasi sesuai rencana.
Proyek Masih Tahap Studi dan Penyusunan Trase
Saat ini proyek Tol Malang–Kepanjen masih berada pada tahap studi kelayakan dan penyusunan trase.
Pemkab Malang menargetkan proses konstruksi dimulai sekitar 2028 dan mulai beroperasi pada 2030 mendatang.
Meski begitu, kenaikan harga tanah diperkirakan tidak terjadi merata. Kawasan yang berada dekat exit tol diprediksi mengalami lonjakan paling tinggi, sedangkan wilayah yang jauh dari akses tol cenderung bergerak lebih lambat.
Editor : Aditya Novrian