KEPANJEN, RADAR MALANG – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Malang kini telah menjangkau sekitar 72 persen target penerima manfaat. Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat lebih dari 507 ribu warga telah menerima manfaat program yang menyasar peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.
Satgas MBG Kabupaten Malang menyebut distribusi program masih terus diperluas. Namun, sejumlah wilayah Malang selatan dinilai masih kekurangan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sehingga membutuhkan tambahan kuota dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Penerima Manfaat MBG Sudah Tembus 507 Ribu Orang
Sekretaris I Satgas MBG Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi mengatakan, target penerima manfaat MBG di Kabupaten Malang mencapai 698.855 orang.
Baca Juga: Dua Dapur MBG di Kabupaten Malang Berhenti Operasi, Pemkab Tunggu Penggantian Mitra
Sementara hingga saat ini, jumlah penerima manfaat yang sudah terlayani mencapai 507.096 orang.
“Penerima manfaat sudah 507.096 orang,” ujar Mahila saat ditemui di Kecamatan Turen beberapa waktu lalu.
Dengan capaian tersebut, cakupan layanan MBG di Kabupaten Malang telah mencapai sekitar 72 persen dari target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Program MBG sendiri menyasar berbagai kelompok penerima, mulai peserta didik hingga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang belum masuk pendidikan anak usia dini (PAUD).
Sudah Ada 241 SPPG Berdiri di Kabupaten Malang
Berdasarkan data per 15 Mei 2026, distribusi MBG di Kabupaten Malang ditopang oleh 201 SPPG yang telah aktif beroperasi.
Baca Juga: BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Libatkan Masyarakat Awasi dan Perkuat Kualitas Makanan
Selain itu, total sudah terdapat 241 bangunan SPPG yang berdiri di berbagai kecamatan.
Namun, dari jumlah tersebut masih ada 38 SPPG yang belum beroperasi karena masih dalam tahap persiapan. Sementara dua SPPG lainnya diketahui berhenti operasional.
Mahila menjelaskan, operasional SPPG membutuhkan sejumlah tahapan sebelum benar-benar melayani distribusi MBG.
Mulai dari kesiapan tenaga kerja hingga perlengkapan memasak harus dipenuhi terlebih dahulu.
Realisasi Pembentukan SPPG Sudah Tembus 87 Persen
BGN menargetkan Kabupaten Malang memiliki total 275 SPPG untuk mendukung program makan bergizi gratis secara menyeluruh.
Baca Juga: Anggaran MBG Dipangkas Jadi Rp268 Triliun, Jatah Makan Siswa Kini Hanya 5 Hari Seminggu
Dengan jumlah bangunan yang sudah berdiri saat ini, capaian pembentukan SPPG di Kabupaten Malang telah mencapai sekitar 87,63 persen.
“Insya Allah seluruh daerah sudah terjangkau, cuma ada beberapa daerah di Malang selatan yang kuotanya kurang,” kata Mahila yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang.
Wilayah yang dinilai masih membutuhkan tambahan SPPG antara lain Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, Donomulyo, Bantur, dan Ampelgading.
Pemkab Malang Ajukan Tambahan Kuota SPPG ke BGN
Untuk mengatasi kekurangan layanan di kawasan Malang selatan, Satgas MBG bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Malang berencana mengajukan tambahan kuota pembangunan SPPG kepada BGN.
Baca Juga: SPPG Baru di Turen Bakal Layani 3.500 Porsi MBG, Target Beroperasi Mulai 1 Juli
Wilayah-wilayah tersebut nantinya akan diusulkan dengan kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Kami dari satgas bersama sekda akan bersurat mengenai kriteria-kriteria tersebut ke BGN agar bisa diberi kuota tambahan dari 275 itu,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian