Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kronologi Lengkap Pendaki Jalur Ilegal Terjatuh di Gunung Semeru, Berangkat saat Pendakian Ditutup dan Ditemukan setelah Dua Hari

Biyan Mudzaky Hanindito • Kamis, 4 Juni 2026 | 15:21 WIB
Petugas gabungan Basarnas dan TNBTS berembuk menentukan rencana pencarian pendaki ilegal yang dihilang di Gunung Semeru. (Istimewa)
Petugas gabungan Basarnas dan TNBTS berembuk menentukan rencana pencarian pendaki ilegal yang dihilang di Gunung Semeru. (Istimewa)

MALANG, RADAR MALANG – Pendaki yang terjatuh di lereng Gunung Semeru diketahui mendaki melalui jalur ilegal saat kawasan pendakian masih ditutup. Korban baru ditemukan dua hari setelah menghubungi keluarganya dan mengirim titik koordinat lokasi terakhir sebelum hilang kontak.

Peristiwa tersebut bermula ketika tiga pendaki asal Malang, Pasuruan, dan Semarang memutuskan mendaki Semeru melalui jalur Candi Jawar Purbakala. Jalur tersebut tidak berada dalam pengelolaan resmi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).

Kronologi Pendaki Terjatuh di Semeru

Sabtu, 30 Mei 2026

Tiga pendaki berangkat menuju Gunung Semeru melalui jalur Candi Jawar Purbakala. Saat itu status pendakian menuju puncak Semeru masih ditutup karena aktivitas vulkanologi.

Karena menggunakan jalur tidak resmi, keberadaan mereka tidak tercatat dalam sistem pelayanan pendakian BB TNBTS.

Senin, 1 Juni 2026 Pukul 10.00 WIB

Setelah dua hari berada di gunung, salah satu pendaki menghubungi orang tuanya. Dalam komunikasi tersebut, korban mengabarkan dirinya terjatuh di lereng Semeru.

Sebelum komunikasi terputus, korban sempat mengirimkan titik koordinat lokasi terakhirnya. Informasi itu kemudian menjadi petunjuk utama bagi keluarga untuk melakukan pencarian.

Baca Juga: Nekat Naik lewat Jalur Ilegal, Pendaki Semeru Terjatuh dan Dievakuasi setelah Dua Hari Hilang Kontak

Pencarian Dimulai dari Laporan Keluarga

Senin, 1 Juni 2026 Pukul 22.00 WIB

Menerima kabar tersebut, keluarga korban berkoordinasi dengan Koramil Tirtoyudo dan Koramil Ampelgading.

Pada malam harinya, ayah korban bersama enam warga Kaliputih, Kecamatan Ampelgading, berangkat menuju lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan korban.

Tim harus berjalan kaki selama kurang lebih delapan jam melintasi medan terjal dan minim akses menuju lokasi pencarian.

Korban Ditemukan, Evakuasi Berlangsung Bertahap

Selasa, 2 Juni 2026 Pukul 10.00 WIB

Korban akhirnya ditemukan di lereng Semeru setelah tim pencari mencapai titik koordinat yang sebelumnya dikirimkan kepada keluarga.

Namun proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan karena medan yang berat dan membutuhkan tambahan personel.

Tim kemudian meminta bantuan warga Tamansatriyan, Tamansari, dan Tlogosari untuk mempercepat proses penyelamatan.

Baca Juga: Fasih Bahasa Inggris dari Sesame Street, Guide Asal Tumpang Jadi Langganan Pendaki Mancanegara ke Semeru

Rabu, 3 Juni 2026

Tim gabungan yang terdiri dari petugas BB TNBTS, Basarnas, relawan, TNI, dan masyarakat kembali bergerak menuju lokasi korban.

Korban mulai dievakuasi menuju posko yang didirikan di rumah warga sebelum selanjutnya dibawa ke lokasi yang lebih aman.

"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman," ujar Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha.

BB TNBTS Soroti Risiko Pendakian Ilegal

Rudijanta menegaskan insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar tidak melakukan pendakian melalui jalur tidak resmi, terlebih ketika status pendakian masih ditutup.

"Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pendakian melalui jalur tidak resmi memiliki risiko tinggi, terlebih saat kawasan Gunung Semeru masih ditutup untuk aktivitas pendakian," tegasnya.

Menurut dia, penggunaan jalur resmi sangat penting karena setiap pendaki tercatat dalam sistem pengawasan sehingga memudahkan proses pencarian dan penanganan apabila terjadi keadaan darurat di gunung.

Editor : Aditya Novrian
#pendaki Semeru #jalur ilegal Semeru #kronologi Semeru #gunung semeru #Evakuasi Pendaki