MALANG KOTA, RADAR MALANG - Momentum libur sekolah kerap digunakan anak-anak maupun remaja untuk bermain. Salah satu lokasi yang kerap dijadikan arena bermain adalah rel kereta api. Untuk mengantisipasi kecelakaan, KAI Daop 8 Surabaya mengingatkan bahaya bermain di rel.
Dari pengamatan KAI Daop 8 Surabaya, saat hari biasa maupun momen libur, masih banyak yang beraktivitas di rel. Termasuk di Kota dan Kabuparen Malang.
Pelaksana Harian Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Reynold Parulian Napitupulu menjelaskan, seluruh area rel merupakan kawasan terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta api.
"Untuk itu kami mengajak seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama masa liburan sekolah," jelasnya.
Reynold melanjutkan, wilayah Kota dan Kabupaten Malang memiliki jalur kereta api yang cukup padat untuk erjalanan kereta api jarak jauh maupun lokal. Kereta api melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak dapat berhenti secara mendadak ketika terdapat orang atau benda.
Tidak hanya mengimbau masyarakat untuk menjauhi jalur rel, KAI Daop 8 Surabaya juga mengingatkan pentingnya menjaga sarana dan prasarana perkeretaapian dari tindakan vandalisme. "Karena fasilitas perkeretaapian merupakan aset negara yang digunakan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat," tegasnya.
KAI Daop 8 Surabaya juga menyoroti masih adanya kasus pelemparan batu maupun benda lainnya ke arah kereta api yang melintas. Tindakan tersebut sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kaca kereta pecah, melukai pelanggan, masinis, maupun petugas yang sedang bertugas di dalam kereta api.
Dalam beberapa kejadian, aksi pelemparan batu mengakibatkan kaca kereta retak hingga pecah sehingga membahayakan keselamatan penumpang.
Selain menimbulkan korban luka, peristiwa tersebut juga dapat mengganggu konsentrasi petugas dan berdampak terhadap kelancaran operasional perjalanan kereta api.
Penulis : Nabila Amelia
Editor : A. Nugroho