MALANG KOTA, RADAR MALANG – Perselisihan antara pegawai dan manajemen RSI Unisma Malang memasuki babak baru. Dinas terkait menjadwalkan mediasi perdana pada Rabu (1/7) untuk mengklarifikasi persoalan ketenagakerjaan setelah muncul polemik tunggakan gaji, pemotongan gaji pokok hingga 35 persen, serta penghapusan sejumlah tunjangan.
Mediasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal mencari solusi atas persoalan yang telah memicu keresahan ratusan pegawai. Di sisi lain, para karyawan berharap hak-hak mereka segera dipenuhi dan setiap kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan pekerja dibahas secara terbuka bersama seluruh pihak.
Mediasi Perdana Fokus Klarifikasi Persoalan Ketenagakerjaan
Mediator Hubungan Industrial Ahli Muda DPMPTSP Kota Malang Carter Wira Sutedja mengatakan, agenda pertama akan difokuskan pada klarifikasi terhadap pokok persoalan hubungan industrial yang terjadi antara pegawai dan manajemen rumah sakit.
"Kami jadwalkan mediasi pertama besok. Agendanya klarifikasi persoalan ketenagakerjaan terlebih dahulu," ujarnya.
Perselisihan muncul setelah manajemen menerapkan kebijakan efisiensi akibat kondisi keuangan rumah sakit yang disebut mengalami tekanan dalam setahun terakhir. Kebijakan tersebut di antaranya berupa penundaan pembayaran gaji, pemotongan gaji pokok sebesar 35 persen, hingga penghapusan sejumlah tunjangan.
Pegawai Desak Audit Keuangan Rumah Sakit
Di tengah proses mediasi, sebagian pegawai juga meminta adanya audit terhadap kondisi keuangan RSI Unisma. Mereka menilai langkah tersebut penting untuk memberikan transparansi mengenai kondisi finansial rumah sakit sekaligus menjawab berbagai pertanyaan terkait pengelolaan anggaran.
Salah seorang pegawai RSI Unisma yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan audit diperlukan agar seluruh pihak mengetahui kondisi keuangan sebenarnya.
Baca Juga: 350 Karyawan RSI Unisma Minta Audit Keuangan, Soroti Tunggakan dan Pemotongan Gaji
"Kami berharap ada audit keuangan agar semuanya jelas, termasuk pertanggungjawaban manajemen terhadap hak-hak karyawan," ujarnya.
Pegawai tersebut juga berharap audit dapat menjelaskan alasan kondisi keuangan rumah sakit terus menurun di tengah adanya pengembangan fasilitas yang masih berjalan.
Ratusan Pegawai Menunggu Kepastian Hak
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 350 pegawai terdampak persoalan pembayaran gaji. Mereka berharap hak-haknya segera dipenuhi dan kebijakan efisiensi ke depan dibahas melalui komunikasi yang melibatkan pekerja.
Menurut pegawai, apabila kondisi keuangan rumah sakit memang mengharuskan dilakukan efisiensi, manajemen seharusnya mengedepankan musyawarah sebelum mengambil keputusan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan karyawan.
Mereka berharap mediasi perdana dapat menjadi pintu masuk penyelesaian sengketa hubungan industrial sekaligus menghasilkan solusi yang memberikan kepastian bagi pegawai maupun manajemen RSI Unisma.
Editor : Aditya Novrian