MALANG KOTA, RADAR MALANG – Penurunan harga sejumlah bahan pangan selama penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum bisa dipastikan sebagai dampak langsung dari liburnya distribusi makanan tersebut. Akademisi menilai pemerintah masih perlu memantau pergerakan harga setelah program kembali berjalan untuk memastikan hubungan keduanya.
Pengamat Ekonomi Malang M. Rofik mengatakan, perubahan harga pangan dipengaruhi banyak faktor. Karena itu, penurunan harga ayam, telur, maupun komoditas lain selama masa libur MBG tidak bisa serta-merta disimpulkan berasal dari berhentinya program tersebut.
Dampak MBG terhadap Harga Masih Perlu Dibuktikan
Menurut Rofik, selama MBG berjalan permintaan terhadap sejumlah komoditas, terutama ayam dan telur, memang meningkat. Ketika operasional dihentikan sementara, permintaan ikut menurun, sementara pasokan di pasar masih relatif tinggi.
Kondisi tersebut berpotensi memicu penurunan harga. Namun, menurutnya, fenomena itu masih sebatas dugaan yang perlu dibuktikan melalui pemantauan lanjutan.
"Dengan beroperasinya MBG memang permintaan, terutama ayam dan telur, meningkat. Ketika program berhenti sementara, stok di pasar sudah terlanjur banyak, sedangkan permintaannya berkurang," ujarnya.
Baca Juga: Dapur MBG Tutup Sementara, Pekerja SPPG Bertahan dengan Kerja Sampingan
Ia menilai evaluasi sebaiknya tidak hanya dilakukan saat MBG berhenti, tetapi juga setelah program kembali beroperasi.
"Kalau nanti harga naik lagi setelah MBG berjalan, berarti memang ada tambahan permintaan dari program MBG yang memengaruhi inflasi pangan," katanya.
Inflasi Tidak Selalu Berdampak Negatif
Rofik menjelaskan, kenaikan harga atau inflasi yang terkendali justru menjadi salah satu indikator ekonomi yang sehat. Dalam teori ekonomi makro, inflasi mampu mendorong aktivitas konsumsi dan investasi masyarakat.
Sebagai contoh, masyarakat cenderung membeli properti ketika memperkirakan harganya akan terus meningkat di masa mendatang.
"Misalnya orang terdorong membeli properti karena memperkirakan harganya akan lebih mahal di masa depan," jelasnya.
Sebaliknya, apabila terjadi deflasi atau penurunan harga secara terus-menerus, masyarakat cenderung menunda pembelian karena berharap harga menjadi lebih murah.
Baca Juga: MBG Libur Diklaim Berdampak ke Harga Bahan Pokok di Kota Malang
Karena itu, ia menilai pemerintah perlu melakukan pemantauan harga pangan secara berkala sebelum menarik kesimpulan mengenai dampak Program MBG terhadap inflasi maupun stabilitas harga kebutuhan pokok.
Editor : Aditya Novrian