Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Suhu Gunung Bromo Turun hingga 6 Derajat Celsius, Fenomena Bediding Diprediksi Berlangsung hingga September

Indah Mei Yunita • Kamis, 2 Juli 2026 | 15:43 WIB
Cuaca Dingin yang Selimuti Malang Raya di Musim Kemarau (Istimewa).
Cuaca Dingin yang Selimuti Malang Raya di Musim Kemarau (Istimewa).

PONCOKUSUMO, RADAR MALANG – Suhu udara di kawasan Gunung Bromo kembali turun drastis. Berdasarkan pengamatan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso, suhu minimum di destinasi wisata tersebut sempat mencapai 6 derajat Celsius akibat fenomena bediding yang umum terjadi pada musim kemarau.

Penurunan suhu itu menjadikan kawasan Bromo sebagai wilayah dengan temperatur terendah di Malang Raya. BMKG memperkirakan fenomena bediding masih akan berlangsung hingga September sehingga wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pegunungan.

Fenomena Bediding Jadi Penyebab Suhu Bromo Turun

Prakirawan BMKG Karangploso Linda Fitrotul menjelaskan, bediding merupakan fenomena yang menyebabkan suhu udara terasa jauh lebih dingin pada malam hingga pagi hari selama musim kemarau.

Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh Angin Monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering ke wilayah Indonesia.

Baca Juga: Bediding Kembali Menyapa, Kota Malang Diselimuti Udara Dingin Sejak Subuh

"Fenomena ini juga diperkuat dengan minimnya tutupan awan sehingga panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari," jelas Linda.

Karakteristik geografis Gunung Bromo yang berada di dataran tinggi membuat suhu udara di kawasan tersebut lebih rendah dibanding daerah lain di Malang Raya.

Sebagai perbandingan, suhu minimum di Kota Batu tercatat sekitar 13,8 derajat Celsius. Sementara di Bromo, suhu dapat turun jauh lebih rendah.

"Semakin tinggi elevasi suatu wilayah, maka suhunya akan semakin rendah. Di Bromo bahkan pernah tercatat mencapai sekitar 4 derajat Celsius," katanya.

Wisatawan Diimbau Waspadai Hipotermia

BMKG mengingatkan wisatawan agar tidak menganggap remeh suhu dingin selama musim bediding berlangsung.

Pengunjung yang berencana menikmati matahari terbit atau bermalam di kawasan Bromo disarankan mengenakan jaket tebal, sarung tangan, penutup kepala, serta pakaian berlapis untuk menjaga suhu tubuh.

Selain itu, wisatawan juga diminta menjaga kondisi fisik dan menghindari paparan udara dingin terlalu lama guna mengurangi risiko hipotermia.

Baca Juga: Dulu Ditunggu, Kini Dikeluhkan: Bediding Kembali Melanda Malang Raya

BMKG memperkirakan fenomena bediding masih akan berlangsung sepanjang puncak musim kemarau hingga sekitar September mendatang, sehingga suhu dingin di kawasan Gunung Bromo masih berpotensi terjadi pada dini hari hingga pagi hari.

Editor : Aditya Novrian
#fenomena bediding #suhu Bromo #cuaca Bromo #bmkg karangploso #gunung bromo