MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tahun ini UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menerima sekitar 5.500 mahasiswa baru (maba). Seluruh maba wajib masuk ma’had atau asrama selama satu tahun awal perkuliahan. Sejak 10 hingga 14 Agustus mendatang, mulai banyak maba yang diantarkan orang tua untuk masuk ma'had.
Saat ini sudah ada 13 ma’had yang tersedia di UIN Maliki untuk menampung maba. Yaitu 10 ma’had di Kampus I UIN Maliki Malang Jalan Gajayana, Kecamatan Lowokwaru dan satu ma’had di kampus II Jalan Sunan Ampel II, Kecamatan Lowokwaru. Sementara dua ma’had lagi di kampus III, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Dari 5.500 maba yang diterima, sebanyak 60 persen didominasi perempuan. Sebagai contoh ma’had di wilayah Lowokwaru kapasitasnya untuk 3.500 mahasiswa. Sebanyak 2.000 mahasiswa bakal masuk ma’had perempuan.
”Untuk menyiasati lonjakan maba perempuan, kami terpaksa merombak ma’had di kampus III,” ujar Kepala Pusat Ma'had Al-Jami'ah UIN Maliki Malang Dr Ahmad Izzuddin M HI. Mulanya dua ma’had dengan masing-masing bangunan berkapasitas 690 orang dibagi untuk putra dan putri. Namun karena maba putri membeludak, akhirnya separo ma’had putra di kampus III dipakai untuk maba putri.
Hingga kini proses pengantaran maba masih berlangsung di UIN Maliki Malang. Registrasi akhir sebelum masuk ma’had dipusatkan di kampus I. Izzuddin memberi jatah maksimal 1.500 maba per harinya yang boleh diantarkan ke ma’had untuk mencegah kemacetan.
Izzuddin juga merinci mayoritas maba yang datang berasal dari Jawa Timur. Persentasenya mencapai 76 persen. ”Kalau maba dari Malang Raya mungkin sekitar 14 persen dari maba asal Jatim itu,” paparnya.
Selama masuk ma’had, ribuan maba itu bakal dijaga oleh 389 musrif dan musrifah. Kali ini fokus pendampingannya tak hanya menyasar akademik, melainkan termasuk penanganan kesehatan mental, dan pencegahannya. Termasuk pengawasan ketat maba yang izin mendaki gunung dengan mensyaratkan mereka harus sudah berpengalaman.
”Tahun ini kami juga menerima maba non-Muslim, yang sudah datang ada tiga mahasiswa,” terangnya. Yaitu satu mahasiswa perempuan dan dua mahasiswa laki-laki. Ketiganya berasal dari Flores dan Papua. (aff/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang