SUMBERMANJING WETAN, RADAR MALANG – Kekeringan mulai berdampak pada akses air bersih warga di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) dan Gedangan, Kabupaten Malang. Sejak 8 Agustus 2026, BPBD Kabupaten Malang telah menyalurkan 120 ribu liter air bersih kepada warga dan fasilitas layanan publik di dua kecamatan tersebut.
Sebanyak 4.910 jiwa terdampak kekeringan di tiga titik distribusi. Lokasinya meliputi Desa Sumberagung dan Puskesmas Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan serta Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan.
4.910 Jiwa Terdampak Kekeringan
BPBD Kabupaten Malang mencatat, Desa Sumberagung menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar, yakni 3.119 jiwa. Sementara di Desa Tumpakrejo terdapat 1.791 jiwa yang terdampak kekeringan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, distribusi air dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di masing-masing lokasi. Sumberagung mulai mendapat dropping air pada 8 Agustus, disusul Puskesmas Sitiarjo pada 9 Agustus dan Desa Tumpakrejo pada 12 Agustus.
Baca Juga: Kekeringan, Dua Kecamatan di Malang Ini Dapat Bantuan Air Bersih
Pada distribusi terakhir, Sabtu (15/8), BPBD kembali menyalurkan 40 ribu liter air bersih. Rinciannya, 20 ribu liter untuk Sumberagung, 5 ribu liter untuk Puskesmas Sitiarjo, dan 15 ribu liter untuk Tumpakrejo.
“Sumberagung mendapat 20 ribu liter air, Puskesmas 5 ribu, Tumpakrejo 15 ribu,” kata Sadono.
Dengan distribusi yang dilakukan selama lima hari tersebut, total air bersih yang telah disalurkan BPBD Kabupaten Malang mencapai 120 ribu liter.
Enam Kecamatan Masuk Peta Rawan Kekeringan
Ancaman kekeringan di Kabupaten Malang tidak hanya terjadi di dua kecamatan yang saat ini telah mendapat distribusi air. Berdasarkan asesmen BPBD Kabupaten Malang, terdapat enam kecamatan yang masuk wilayah rawan kekeringan.
Enam wilayah tersebut yakni Sumbermanjing Wetan, Bantur, Pagak, Gedangan, Kalipare, dan Donomulyo.
Di Sumbermanjing Wetan, desa yang masuk kategori rawan meliputi Sumberagung, Sitiarjo, Harjokuncaran, dan Kedungbanteng. Sementara di Donomulyo meliputi Sumberoto, Mentaraman, dan Tulungrejo.
Untuk Kecamatan Pagak, wilayah rawan berada di Desa Pagak dan Sumberejo. Kemudian Gedangan mencakup Desa Gajahrejo, Kalipare meliputi Putukrejo dan Sukowilangun, sedangkan di Bantur terdapat Desa Bandungrejo.
Kondisi tersebut membuat BPBD terus memantau ketersediaan air di wilayah rawan. Distribusi air bersih akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan kondisi di lapangan.
Kekeringan Diprediksi Berlangsung hingga 2027
Sadono mengatakan, kondisi kekeringan saat ini juga dipengaruhi fenomena El Nino. Berdasarkan prediksi BMKG yang menjadi acuan BPBD, kondisi kering berpotensi berlangsung hingga awal 2027.
“Diperkirakan sampai Januari 2027 terjadi kekeringan. Itu prediksi dari BMKG. Kami juga dalam status tanggap bencana kekeringan sekarang ini,” tandasnya.
Baca Juga: Malang Raya Masuk Kategori Awas Kekeringan Pekan Ini, Warga Diminta Hemat Air
BPBD mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk menghemat penggunaan air dan segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Langkah tersebut diperlukan agar distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.