Update Kekeringan Malang Selatan: 4.910 Warga Terdampak di Dua Kecamatan

SUMBERMANJING WETAN, RADAR MALANG – Penanganan kekeringan di Kabupaten Malang terus berlanjut. Hingga Senin (17/8), BPBD Kabupaten Malang telah mendistribusikan 155 ribu liter air bersih ke tiga titik di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Gedangan. Bantuan tersebut menyasar 4.910 warga yang terdampak krisis air bersih.
Distribusi terbaru dilakukan pada Senin (17/8) dengan total 35 ribu liter air. Bantuan tersebut kembali dikirim ke Desa Sumberagung dan Puskesmas Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan serta Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan.
Update Terbaru Distribusi Air Bersih
Pada distribusi terakhir, BPBD Kabupaten Malang menyalurkan 15 ribu liter air ke Desa Sumberagung, 5 ribu liter ke Puskesmas Sitiarjo, dan 15 ribu liter ke Desa Tumpakrejo. Penyaluran dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, distribusi air bersih ke tiga lokasi tersebut dilakukan secara bertahap sejak 8 Agustus.
“Sumberagung mendapat 15 ribu liter air, Puskesmas 5 ribu, Tumpakrejo 15 ribu,” kata Sadono.
Dengan tambahan distribusi pada Senin lalu, total air bersih yang telah disalurkan BPBD Kabupaten Malang mencapai 155 ribu liter selama enam hari pendistribusian.
4.910 Warga Masih Terdampak
Bantuan air bersih tersebut menyasar ribuan warga di dua wilayah terdampak. Desa Sumberagung menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 3.119 jiwa. Sementara di Desa Tumpakrejo terdapat 1.791 jiwa yang terdampak.
Distribusi di masing-masing lokasi juga dimulai pada waktu berbeda. Desa Sumberagung mulai menerima bantuan pada 8 Agustus, kemudian Puskesmas Sitiarjo pada 9 Agustus. Sementara distribusi ke Desa Tumpakrejo dimulai pada 12 Agustus.
Kondisi tersebut membuat penyaluran air bersih dilakukan secara berkala. BPBD Kabupaten Malang mengerahkan tangki air untuk mendistribusikan bantuan ke lokasi yang membutuhkan.
Sadono menyebut tiga titik tersebut menjadi sasaran penanganan BPBD karena mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.



