Pemkab Malang Targetkan 1.000 Rumah Tak Layak Huni Dibedah Tiap Tahun

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 19:41 WIB
Bupati Malang H M. Sanusi menyerahkan bantuan kepada penerima program bedah rumah kemarin siang (23/8). (Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)
Bupati Malang H M. Sanusi menyerahkan bantuan kepada penerima program bedah rumah kemarin siang (23/8). (Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)

KEPANJEN, RADAR MALANG – Pemkab Malang menargetkan sedikitnya 1.000 rumah tidak layak huni (RTLH) direnovasi setiap tahun sebagai bagian dari upaya mengurangi kemiskinan dan memenuhi kebutuhan dasar warga. Target tersebut dikerjakan melalui program pemerintah sekaligus kolaborasi dengan organisasi sosial dan pihak swasta.

Kolaborasi itu salah satunya dilakukan Organisasi Dhibra Shiddiqiyyah. Kemarin (23/8), organisasi tersebut menyerahkan enam rumah hasil renovasi kepada warga Kabupaten Malang. Penyerahan kunci dilakukan langsung oleh Bupati Malang HM. Sanusi di Pendopo Panji, Kepanjen.

Target Bedah 1.000 Rumah Per Tahun

Program bedah rumah Pemkab Malang menyasar 1.000 RTLH setiap tahun. Dari jumlah tersebut, 500 unit ditangani Baznas, sedangkan 500 rumah lainnya menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang.

Sanusi mengatakan, capaian program tahun ini masih berada di kisaran separo dari target. Karena itu, pemerintah daerah mendorong keterlibatan pihak lain agar jumlah RTLH yang mendapat perbaikan dapat terus bertambah.

Baca Juga: Uang Belanja Pemkab Malang Tahun 2025 Tak Terpakai Rp 114 Miliar, Ini Penyebabnya

“Setahun harus ada seribu RTLH yang mendapat bedah rumah. 500 unit dilaksanakan oleh Baznas, dan 500 langsung dari DPKPCK Kabupaten Malang,” ujar Sanusi.

Menurut dia, kolaborasi dengan masyarakat, organisasi sosial, maupun pihak swasta menjadi salah satu cara mempercepat penanganan rumah warga kurang mampu. Pemkab Malang pun membuka kesempatan bagi pihak yang memiliki kemampuan finansial untuk ikut dalam program tersebut.

Enam Rumah Dibedah Organisasi Dhibra Shiddiqiyyah

Sebanyak enam RTLH di Kabupaten Malang mendapat bantuan renovasi dari Organisasi Dhibra Shiddiqiyyah. Keenam rumah tersebut berada di Kecamatan Wonosari, Pagelaran, Wajak, Lawang, Pakis, dan Sumbermanjing Wetan (Sumawe).

Koordinator Wilayah Organisasi Dhibra Shiddiqiyyah Kabupaten Malang Aris Topan mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS). Secara nasional, program itu membangun 136 unit RTLH.

Baca Juga: Inilah Daftar 200 Kursi Jabatan di Pemkab Malang yang Belum Terisi  

“Program ini dinamakan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS). Dalam rangka tasyakuran kemerdekaan dan berdirinya NKRI,” kata Aris.

Dari enam rumah yang dibangun di Kabupaten Malang, lima unit menggunakan dana jamaah Shiddiqiyyah Kabupaten Malang. Satu rumah di Kecamatan Pakis mendapat dukungan dari jamaah Shiddiqiyyah Kota Batu.

Kondisi Rumah sebelum Direnovasi

Sebelum mendapat bantuan, sejumlah rumah berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Beberapa di antaranya memiliki dinding berbahan anyaman bambu, tembok yang belum diplester, hingga bagian atap yang mengalami kebocoran.

Sanusi mengapresiasi keterlibatan organisasi sosial tersebut. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak dapat membantu pemerintah mempercepat penanganan RTLH sekaligus meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat kurang mampu.

Baca Juga: Kulineran di Malang, Jangan Lewatkan Dessert Manis Ini

“Beberapa waktu lalu ada developer yang membedah rumah di Pakis. Jadi, kami membuka kesempatan bagi siapa pun yang memiliki kelebihan dana untuk ikut dalam program bedah rumah,” tandas Sanusi. (biy/adn)

Editor : Aditya Novrian
bedah rumah Kabupaten Malang RTLH Kabupaten Malang kemiskinan Kabupaten Malang rumah tidak layak huni Pemkab Malang