MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kecelakaan antara sepeda motor dan truk terjadi di Jalan Muharto, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (4/9). Pengendara motor Honda Beat mengalami sejumlah luka setelah terlibat kecelakaan dengan truk tractor head tangki milik Pertamina saat melaju dari arah barat ke timur.
Kecelakaan tersebut terjadi tepat di depan Ortune Cell. Pengendara motor berinisial AB, 32, warga Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, kemudian dilarikan ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) untuk mendapatkan perawatan.
Kronologi Kecelakaan di Jalan Muharto
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota Ipda Eko Prasetyo menjelaskan, kecelakaan bermula ketika AB mengendarai Honda Beat bernomor polisi N 2962 EBJ dari arah barat ke timur.
Baca Juga: Tiga Truk di Malang Rusak karena Kecelakaan Lalu Lintas, Satu Rumah Warga Hancur
Saat itu, AB berusaha mendahului truk dari sisi kiri. Namun, ruang yang tersedia tidak mencukupi sehingga motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan truk yang melaju searah di depannya.
"Yang bersangkutan mendahului dari sisi kiri, tapi tidak cukup ruang. Kemudian terlibat kecelakaan dengan mobil barang tractor head tangki milik Pertamina," beber Eko.
Truk Pertamina Melaju Searah
Truk tractor head tangki bernomor polisi L 9688 UV tersebut melaju searah di depan motor AB. Kendaraan itu dikemudikan CAC, 33, warga Desa Bulupayung Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Polisi masih menangani kejadian tersebut untuk mengetahui rangkaian kecelakaan secara lebih lengkap. Sementara itu, kondisi kedua kendaraan dan detail kerugian akibat kecelakaan masih dalam penanganan petugas.
Baca Juga: Pengadilan Agama Malang Catat 67 Kasus Rabutan Waris, Mayoritas Cucu
Pemotor Dilarikan ke RSSA
Akibat kecelakaan tersebut, AB mengalami sejumlah luka. Setelah kejadian, korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Saiful Anwar untuk mendapatkan perawatan medis.
Polisi mengimbau pengendara untuk tetap memperhatikan jarak aman dan kondisi lalu lintas saat hendak mendahului kendaraan berukuran besar. Terlebih, ruang gerak di sisi kendaraan besar dapat terbatas dan berisiko menimbulkan kecelakaan.
Editor : Aditya Novrian