MALANG, RADAR MALANG - Nuansa tempo dulu kembali terasa di Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Mendalan Kulon Tempoe Doloe Part II kembali digelar pada 3–6 September. Kegiatan tersebut menjadi ruang warga untuk merawat budaya lokal sekaligus menggerakkan perekonomian melalui pemberdayaan UMKM.
Agenda yang digelar NDS Sanggarmoe bersama Karang Taruna Desa Mendalanwangi RW 08 tersebut telah berlangsung dua tahun berturut-turut. Selain budaya dan UMKM, kegiatan itu menjadi wadah memperkuat kerukunan serta semangat gotong royong warga.
Kepala Desa Mendalanwangi M. Sharoni mengapresiasi inisiatif masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM.
“Terima kasih atas inisiatif warga untuk nguri-nguri budaya dan menghidupkan UMKM di wilayah Mendalanwangi,” ujarnya.
Mendalan Kulon Tempoe Doloe Part II turut dihadiri Bupati Malang M. Sanusi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Malang. Kepala Desa Mendalanwangi M. Sharoni, Ketua Panitia Fitroh Ardiansyah, serta warga RW 08 dan masyarakat Wagir ikut memeriahkan rangkaian kegiatan.
Empat Hari Diisi Beragam Pertunjukan
Rangkaian kegiatan dibuka pada Kamis (3/9) oleh Bupati Malang M. Sanusi. Pembukaan ditandai kirab, penampilan Tari Baskalan, serta pertunjukan Damar Panuluh.
Kegiatan berlanjut pada Jumat (4/9) dengan parade tari yang melibatkan 60 sanggar dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kehadiran puluhan sanggar tersebut turut memperlihatkan keberagaman seni tari yang berkembang di Jawa Timur.
Pada Sabtu (5/9), giliran pelajar mengikuti lomba tari. Kompetisi tersebut terbagi dalam kategori tunggal dan kelompok untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Para pemenang mendapatkan uang tunai, trofi, serta sertifikat yang ditandatangani Bupati Malang.
Rangkaian acara kemudian ditutup pada Minggu (6/9). Warga mengikuti jalan sehat yang dilanjutkan pembagian doorprize dan hiburan dari artis Verra Chocolatos.
Kekompakan Warga Jadi Kunci
Ketua Panitia Mendalan Kulon Tempoe Doloe Part II Fitroh Ardiansyah mengaku bangga melihat antusiasme warga selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, persiapan acara sempat menghadapi sejumlah kendala.
“Meskipun banyak kendala sebelum acara ini berlangsung. Tapi, karena kami solid dan kompak, acara bisa berjalan sukses,” jelasnya.
Kekompakan tersebut menjadi modal penting bagi penyelenggara untuk mempertahankan kegiatan yang telah memasuki tahun kedua. Selain menjadi agenda hiburan, Mendalan Kulon Tempoe Doloe diharapkan terus menjadi ruang pertemuan warga sekaligus panggung bagi pelaku seni dan UMKM lokal.
Pelopor Mendalan Kulon Tempoe Doloe sekaligus Owner NDS Sanggarmoe Hermin Yunisari turut menyampaikan kepuasannya atas pelaksanaan kegiatan tahun ini. Ia berharap agenda tersebut dapat terus berlanjut dengan konsep yang semakin berkembang.
“Ini adalah salah satu mimpi yang menjadi kenyataan. Semoga acara ini rutin dilaksanakan tiap tahun dengan konsep yang lebih meriah,” tutupnya. (bes)