Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pascakebakaran, Perbaikan Dapur Gizi dan Laundry RSSA Malang Butuh Dua Bulan

N
Penulis: Nabila Amelia❯
Kondisi dapur gizi di RSSA Malang hangus pada Rabu (9/9) sore. (Damkar Kota Malang)
Kondisi dapur gizi di RSSA Malang hangus pada Rabu (9/9) sore. (Damkar Kota Malang)

Advertisement

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Perbaikan dapur gizi dan ruang laundry RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang yang terbakar pada Rabu (9/9) diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua bulan. Proses normalisasi harus melalui asesmen konstruksi, penggantian bagian bangunan yang rusak, hingga memastikan kembali kelaikan dan standar higienitas ruangan.

Direktur RSSA Prof (Adj) Dr dr Mochamad Bachtiar Budianto SpB SubspOnk(K) FINACS FICS MMRS mengatakan, area yang terbakar masih diisolasi setelah api dipadamkan. Pembatas dipasang agar pasien maupun orang lain tidak memasuki lokasi sebelum kondisi bangunan dinyatakan aman.

Atap Kayu Rusak, Sejumlah Bagian Harus Diganti

Advertisement

Bagian konstruksi yang terbakar menjadi salah satu faktor yang membuat proses perbaikan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Wakil Direktur Keuangan dan Umum RSSA Dr Kurniawan Hary Putranto ST MM mengatakan, pihaknya masih melakukan asesmen terhadap kelayakan konstruksi bangunan.

Material yang masih memungkinkan untuk digunakan akan dipertahankan. Namun, bagian tertentu harus diganti karena konstruksi atap yang terbakar menggunakan material kayu.

Advertisement

"Kami rasa untuk perbaikan kemungkinan memakan waktu dua bulan karena ada peralatan yang harus kami rekondisi," tegas Kurniawan.

Kerusakan juga terjadi setelah genteng di bagian bangunan tersebut runtuh. Kondisi itu membuat RSSA perlu melakukan penyesuaian konstruksi sebelum ruangan dapat kembali digunakan.

Selain perbaikan fisik, kelaikan bangunan juga harus dipastikan melalui proses sertifikasi atau kredensialisasi ulang. Langkah tersebut diperlukan sebelum area tersebut kembali difungsikan.

Lokasi Kebakaran Masih Diisolasi

RSSA belum membuka kembali area dapur gizi dan ruang laundry yang terdampak kebakaran. Bachtiar mengatakan, pembatasan akses dilakukan untuk mencegah risiko material bangunan yang berpotensi runtuh serta paparan asap.

"Kami juga menunggu kepastian pihak berwenang untuk melangkah. Selain itu, kami menyiapkan anggaran untuk perbaikan," ucap Bachtiar.

Perbaikan baru dapat dilakukan setelah proses pemeriksaan dari pihak berwenang memberikan kepastian mengenai kondisi lokasi. RSSA selanjutnya akan menyesuaikan langkah perbaikan berdasarkan hasil asesmen.

Advertisement

Artikel Terkait

Dapur Gizi RSSA Malang Terbakar, Makan Pasien Dialihkan ke Katering

Dapur Gizi RSSA Malang Terbakar, Makan Pasien Dialihkan ke Katering

Dapur gizi RSSA Malang terbakar, distribusi makanan pasien dialihkan melalui katering selama sepekan. Luas area terdampak sekitar 300 meter persegi.

45 Pasien Anak RSSA Malang Jalani Skrining Psikologis Pascakebakaran

45 Pasien Anak RSSA Malang Jalani Skrining Psikologis Pascakebakaran

RSSA Malang menyiapkan skrining ulang dan pendampingan psikolog maupun psikiater bagi 45 pasien anak setelah kebakaran. Mereka sementara dirawat di Grand Paviliun.

Setelah Kebakaran RSSA Malang, 45 Pasien Anak Masih Mengungsi 1–2 Hari

Setelah Kebakaran RSSA Malang, 45 Pasien Anak Masih Mengungsi 1–2 Hari

Sebanyak 45 pasien anak RSSA Malang dipindahkan sementara ke Grand Paviliun setelah kebakaran. Ruang rawat masih berbau asap hingga pukul 17.00.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer