Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Setelah Kebakaran RSSA Malang, 45 Pasien Anak Masih Mengungsi 1–2 Hari

N
Penulis: Nabila Amelia❯
Grand Paviliun RSSA Malang. (Dokumen RSSA)
Grand Paviliun RSSA Malang. (Dokumen RSSA)

Advertisement

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Sebanyak 45 pasien anak di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang dipindahkan sementara ke ruang rawat inap lain setelah kebakaran terjadi pada Rabu (9/9) sore. Mereka kini menempati Grand Paviliun RSSA lantai dua karena ruang perawatan sebelumnya masih tercium bau asap hingga pukul 17.00.

Pemindahan dilakukan sebagai langkah antisipasi setelah rumah sakit mengaktifkan code red atau prosedur kedaruratan ketika terjadi ancaman kebakaran. Pasien anak terlebih dahulu dibawa ke titik kumpul sebelum menjalani skrining untuk memastikan kondisi mereka aman.

Ruang Rawat Anak Belum Aman untuk Ditempati Kembali

Advertisement

Sebanyak 45 pasien anak belum dapat dikembalikan ke ruang rawat inap semula karena kondisi ruangan masih berbau asap. RSSA memilih menempatkan mereka sementara di Grand Paviliun sembari menunggu hasil evaluasi fasilitas dan kondisi udara di ruangan.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSSA Malang dr Syaifullah Asmiragani SpOT mengatakan, keputusan pemindahan dilakukan setelah code red diaktifkan begitu kejadian kebakaran diketahui.

Advertisement

"Begitu sudah ada aktivasi code red, untuk menghindari keracunan karbon monoksida secara berlebih, pasien anak langsung kami evakuasi ke titik kumpul," jelas Syaifullah.

Titik kumpul berada di sekitar Gedung Manajemen Terpadu (GMT) RSSA. Setelah seluruh pasien berada di lokasi tersebut, petugas melakukan skrining untuk memastikan tidak ada pasien yang mengalami kondisi kegawatan.

Tim K3 RSSA Evaluasi Ruangan dan Fasilitas

Pemindahan pasien tidak langsung diikuti dengan pengembalian ke ruang rawat semula. Tim K3 RSSA masih melakukan evaluasi terhadap fasilitas dan kondisi ruangan untuk memastikan area tersebut benar-benar aman digunakan kembali.

Syaifullah menyebut evaluasi dilakukan hingga terdapat kepastian dari tim terkait. Namun, sampai pukul 17.00, bau asap masih tercium di ruang rawat inap anak.

"Namun sampai pukul 17.00, ternyata ruang rawat inap masih berbau asap. Kalau mereka (para pasien anak, Red) dikembalikan, terlalu berisiko," sambung dokter spesialis ortopedi dan traumatologi tersebut.

Karena itu, pasien diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga dua hari sebelum dapat kembali ke ruang perawatan semula. Waktu tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi ruangan telah bersih dari paparan asap.

Advertisement

Artikel Terkait

Dapur Gizi RSSA Malang Terbakar, Makan Pasien Dialihkan ke Katering

Dapur Gizi RSSA Malang Terbakar, Makan Pasien Dialihkan ke Katering

Dapur gizi RSSA Malang terbakar, distribusi makanan pasien dialihkan melalui katering selama sepekan. Luas area terdampak sekitar 300 meter persegi.

Pascakebakaran, Perbaikan Dapur Gizi dan Laundry RSSA Malang Butuh Dua Bulan

Pascakebakaran, Perbaikan Dapur Gizi dan Laundry RSSA Malang Butuh Dua Bulan

Perbaikan dapur gizi dan ruang laundry RSSA Malang pascakebakaran diperkirakan membutuhkan waktu dua bulan. Atap kayu dan sejumlah konstruksi terdampak.

45 Pasien Anak RSSA Malang Jalani Skrining Psikologis Pascakebakaran

45 Pasien Anak RSSA Malang Jalani Skrining Psikologis Pascakebakaran

RSSA Malang menyiapkan skrining ulang dan pendampingan psikolog maupun psikiater bagi 45 pasien anak setelah kebakaran. Mereka sementara dirawat di Grand Paviliun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer