MALANG KOTA, RADAR MALANG – Perhatian RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang tak berhenti pada pemindahan 45 pasien anak setelah kebakaran Rabu (9/9). Kondisi psikologis mereka ikut menjadi perhatian rumah sakit. Skrining ulang dan pendampingan psikolog maupun psikiater disiapkan hingga Kamis (10/9) untuk memastikan tidak muncul dampak lanjutan.
Pasien anak yang semula berada di ruang rawat inap dekat lokasi kebakaran kini menempati Grand Paviliun RSSA lantai dua. Pemindahan dilakukan setelah asap dari kebakaran dapur ruang gizi dan ruang laundry menyebar ke area sekitar, termasuk ruang rawat pasien anak dan wanita.
Skrining Ulang dan Pendampingan Disiapkan
RSSA akan kembali melakukan skrining terhadap 45 pasien anak untuk memantau kondisi mereka setelah kejadian. Pemeriksaan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kemungkinan munculnya dampak psikologis akibat kebakaran.
Baca Juga: Setelah Kebakaran RSSA Malang, 45 Pasien Anak Masih Mengungsi 1–2 Hari
Direktur RSSA Prof (Adj) Dr dr Mochamad Bachtiar Budianto SpB SubspOnk(K) FINACS FICS MMRS mengatakan, rumah sakit telah mengantisipasi kemungkinan pasien anak mengalami ketakutan setelah melihat atau merasakan dampak kebakaran.
"Secara psikologis demikian, sehingga kami sudah antisipasi risiko tersebut. Besok kami masih akan turun ke ruangan dan melakukan skrining ulang," tegas Bachtiar dalam konferensi pers di Gedung Manajemen Terpadu (GMT) RSSA lantai 4, Rabu malam (9/9).
Pendampingan juga melibatkan tim psikolog dan psikiater. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pasien anak tetap terpantau selama menjalani perawatan di ruang sementara.
Asap Sempat Masuk ke Ruang Rawat Anak
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.50 di dua ruangan, yakni dapur ruang gizi dan ruang laundry. Lokasi kedua ruangan tersebut berdekatan dengan ruang rawat inap khusus anak serta ruang rawat inap khusus ibu atau wanita.
Baca Juga: Dugaan Korsleting Listrik Jadi Penyebab Sementara Kebakaran RSSA Malang
Asap yang menyebar ke area tersebut membuat pasien perlu dipindahkan sebagai langkah antisipasi. Meski demikian, RSSA memastikan pasien yang terdampak dalam kondisi aman.
Bachtiar mengatakan, pihak rumah sakit juga akan memberikan edukasi kepada keluarga pasien anak agar mereka memahami kondisi serta langkah penanganan setelah kejadian.
"Kami akan lakukan edukasi kepada keluarga pasien anak-anak," pungkasnya.
Untuk sementara, pasien anak tetap menjalani perawatan di Grand Paviliun RSSA. Rumah sakit akan mengevaluasi kondisi ruang rawat semula sebelum pasien dikembalikan.
Editor : Aditya Novrian