MALANG KOTA, RADAR MALANG – Perbaikan dapur gizi dan ruang laundry RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang yang terbakar pada Rabu (9/9) diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua bulan. Proses normalisasi harus melalui asesmen konstruksi, penggantian bagian bangunan yang rusak, hingga memastikan kembali kelaikan dan standar higienitas ruangan.
Direktur RSSA Prof (Adj) Dr dr Mochamad Bachtiar Budianto SpB SubspOnk(K) FINACS FICS MMRS mengatakan, area yang terbakar masih diisolasi setelah api dipadamkan. Pembatas dipasang agar pasien maupun orang lain tidak memasuki lokasi sebelum kondisi bangunan dinyatakan aman.
Atap Kayu Rusak, Sejumlah Bagian Harus Diganti
Bagian konstruksi yang terbakar menjadi salah satu faktor yang membuat proses perbaikan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Wakil Direktur Keuangan dan Umum RSSA Dr Kurniawan Hary Putranto ST MM mengatakan, pihaknya masih melakukan asesmen terhadap kelayakan konstruksi bangunan.
Baca Juga: 45 Pasien Anak RSSA Malang Jalani Skrining Psikologis Pascakebakaran
Material yang masih memungkinkan untuk digunakan akan dipertahankan. Namun, bagian tertentu harus diganti karena konstruksi atap yang terbakar menggunakan material kayu.
"Kami rasa untuk perbaikan kemungkinan memakan waktu dua bulan karena ada peralatan yang harus kami rekondisi," tegas Kurniawan.
Kerusakan juga terjadi setelah genteng di bagian bangunan tersebut runtuh. Kondisi itu membuat RSSA perlu melakukan penyesuaian konstruksi sebelum ruangan dapat kembali digunakan.
Selain perbaikan fisik, kelaikan bangunan juga harus dipastikan melalui proses sertifikasi atau kredensialisasi ulang. Langkah tersebut diperlukan sebelum area tersebut kembali difungsikan.
Lokasi Kebakaran Masih Diisolasi
RSSA belum membuka kembali area dapur gizi dan ruang laundry yang terdampak kebakaran. Bachtiar mengatakan, pembatasan akses dilakukan untuk mencegah risiko material bangunan yang berpotensi runtuh serta paparan asap.
"Kami juga menunggu kepastian pihak berwenang untuk melangkah. Selain itu, kami menyiapkan anggaran untuk perbaikan," ucap Bachtiar.
Baca Juga: Setelah Kebakaran RSSA Malang, 45 Pasien Anak Masih Mengungsi 1–2 Hari
Perbaikan baru dapat dilakukan setelah proses pemeriksaan dari pihak berwenang memberikan kepastian mengenai kondisi lokasi. RSSA selanjutnya akan menyesuaikan langkah perbaikan berdasarkan hasil asesmen.
Untuk dapur gizi, terdapat tahapan tambahan yang harus dipenuhi sebelum kembali beroperasi. Kurniawan menyebut standar pelayanan higienis menjadi salah satu aspek yang harus dipastikan.
"Selain itu, kami harus melakukan standar pelayanan higienis untuk dapur," tandasnya.
Sementara itu, RSSA memastikan pelayanan rumah sakit di lini lain tetap berjalan. Tidak ada pelayanan yang dihentikan akibat kebakaran setelah api berhasil dipadamkan.
Editor : Aditya Novrian